Semua orang ribut-ribut begitu mendengar Pemerintah berencana menaikkan harga BBM. “Nanti orang tambah susah, nanti makin banyak orang miskin”, begitu kata mereka yang menolak. “Pemerintah bohong soal subsidi”, imbuh mereka yang menolak. “Pemerintah sewenang-wenang, tidak peduli dg nasib wong cilik”, tuduh mereka yang menolak.

Saya tidak bermaksud membela pemerintah dengan rencananya ataupun mau mendukung mereka yang bersuara menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.Saya hanya heran, mengapa orang mempermasalahkan sesuatu yang bukan masalah.

Sebetulnya kita perlu kembali kepada pertanyaan yang mendasar berikut:

apakah kemiskinan itu satu masalah?

apakah kesusahan itu masalah?

lebih mendasar lagi adalah pertanyaan: apa sih masalah itu?

Seperti kita pahami, apabila kita tidak menyukai suatu hal maka kita mnyebut hal itu sebagai suatu masalah.

Karena kita tidak suka miskin, maka kita sebut miskin itu sebagai satu masalah. Karena kita tidak suka kepada sakit maka sakit itu kita sebut sebagai masalah. Karena kita tidak suka sama bos yang menyebalkan dan suka marah-marah maka kita sebut bos itu sebagai masalah.

Apakah seperti itu?

Coba kita suluh persoalan-persoalan di atas dengan menggunakan panduan agama kita, yaitu Islam.

Dalam panduan agama, miskin itu bukan satu masalah.

Kemiskinan sama sekali bukan satu masalah. Zakat orang kaya tidak ada artinya bila tidak ada orang miskin. Dalam hadis-hadisnya RAsulullah SAW pun sering menghibur orang miskin bahwa hisab mereka lebih ringan dibandingkan dengna orang kaya. Bahkan RAsulullah SAW berdoa agar dijadikan orang miskin dan di akhirat berkumpul bersama orang miskin.

Dalam panduan agama, sakit juga bukan masalah. Sabda Rasulullah, sakit itu adalah penghapusan dosa atau peningkatan derajat bagi mereka yang sabar menerimanya.

Susah, ini juga bukan masalah. Orang yang mengalami kesusahan dan dia sabar dan redho maka ada pahala besar baginya di sisi Tuhan.

Jadi, kita dapati bahwa sebenarnya kemiskinan itu bukan satu masalah.

Miskin, susah, sakit itu akan jadi masalah bila tidak ada iman di hatinya. Dengan kemiskinan, kesusahan dan sakitnya itu dia akan jadi berkeluh kesah, tidak sabar bahkan sanggup mencuri. Itu baru jadi masalah.

MIskin, susah, sakit sama sekali bukan masalah bagi mereka yang beriman. Karena keimanan mereka maka mereka sabar dan redho dengan kemiskinan mereka itu.

Jadi kaya pun sebetulnya akan jadi masalah bila tiada iman di hatinya. Tanpa iman, maka dengan kekayaan itu dia akan jadi sombong, kikir, bakhil. Sedangkan apabila orang beriman kaya maka dia akan jadi pemurah, merendah hati, suka menolong orang.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa yang menjadi akar permasalahan adalah tipisnya iman kepada Allah.

Karena iman yang tipis tadi, maka si penguasa sanggup zalim kepada rakyatnya. Penguasa sanggup sewenang-sewang kepada rakyatnya. penguasa sanggup bermewah-mewah di atas penderitaan rakyatnya.

Karena iman yang tipis, maka si Kaya jadi bakhil, tidak mau menolong mereka yang miskin.

karena iman yang tipis, maka si miskin tidak sabar dan tidak redho. Mereka justru membuat masalah dengna kemiskinan mereka.

Sebetulnya sudah nampak terang bahwa yang jadi masalah adalah tipisnya iman kepada Allah.

Mengapa iman tipis?

karena umat di akhir zaman ini sudah tidak lagi mengenal Allah. Karena tidak kenal itulah Allah sudah tidak dirasakan lagi peranannya. Tak lagi dirasakan bahwa Allah itu maha Kaya. Sehingga dengan ujian kemiskinan yang Allah timpakan maka mereka jadi hilang pertimbangan dan mengeluh kesana kemari. Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang tidak lagi dirasakan perannnya, sehingga orang yang kaya tidak lagi merasa mengasihi dan menyayangi orang-orang miskin.

Itulah sejatinya masalah besar yang sedang kita hadapi saat ini. BUkan kemiskinan, kenaikan BBM, tapi kita sudah tidak lagi mengenal Allah. Karena itulah kita memerlukan seorang ulama yang bekerja seperti Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul dahulu bekerja, yaitu menyelamatkan tauhid umat. Ulama yang mampu mengenalkan Allah kepada umat. Seorang penyelamat di akhir zaman.

Yang namanya besi kalau berkarat apalagi di sebuah fasilitas sumur minyak, paling-paling hanya akan rubuh. Paling banter memakan korban jiwa sampai puluhan orang.

Karat pada besi ini, orang mudah mengesannya. Begitu diindikasikan besi itu berkarat, apalagi di bagian yang kritis seperti pada shell sebuah bejana bertekanan tinggi, maka pegawai di situ akan segera membuat langkah-langkah supaya karat tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang fatal.

Namun, apa jadinya kalau hati manusia yang berkarat? Akan timbul kerusakan yang besar: iri dengki, dendam, sombong, bahkan sampai pada tahap sanggup membunuh manusia lain. Yang susahnya, karat pada hati manusia ini susah untuk dikesan.

Sekedar ingin berbagi foto-foto dalam kunjungan ke MB2 Onshore Facility.

Sekarang buah pikiran Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi sudah ada dalam bahasa Prancis.

http://aimedieu.wordpress.com

l’unique person : Abuya

Ash Shaykh Al Ustadh Ashaari Ibn Muhammad est un écrivain prolifique. Depuis 1977, il a écrit plus de 70 livres - plus de 6 livres sur la poésie et des citations, des centaines de milliers de prose, plus de 5 titres sur des exposés généraux sur la série et trente livres sur l’islam allant de la philosophie «restitutions» et la résolution de problèmes dans la société islamique. C’est vraiment stupéfiant si l’on considère ses autres activités. C’est un Cheikh [chef religieux] étude d’un groupe islamique basé en Malaisie, mais avec des étudiants [Mureed] de tous les coins du monde.

Il conseille et dirige ses élèves - lui demandant de voyager à travers le monde, et dans le processus de rencontrer des personnalités de renom musulmans du monde entier - spirituel et chef religieux, les universitaires, les dirigeants politiques, les dirigeants de la société, hommes d’affaires, des intellectuels musulmans et autres. Il s’agit d’un quasi-processus sans fin. Il enseigne aux étudiants à temps partiel et les étudiants à temps plein sur tous les braches de la connaissance islamique, la quasi non-stop.

Et entre ces pénibles et les activités sont diversifiées, il parvient à produire en moyenne deux livres par an. Ses livres, si nous prenons soin de lire sont sains, franche, pratique et méthodique approches à la compréhension islam en totalité et sa pureté à l’application de principes islamiques en vue de la formation d’idéal et de la nation islamique de la société s’appuie sur deux sources, et les Al Qur’an Et à la Tradition Prophétique.

Si nous suivons ses écrits, et sans préjudice de malveillance, nous en viendront à apprécier son simpliste encore dans la compréhension des méthodes pratiques et d’élaborer des méthodes visant à abolir le problème rencontré par Oummah islamique [communautaire] et de l’humanité dans son ensemble.

Surtout, le livre dépeint le sentiment, pense, la mentalité et la caractérisation de Ash Shaykh Al Ustadh Ashaari Ibn Muhammad et se sont manifestés dans les activités de ses étudiants vers la réalisation des résurgences islamique en Malaisie et dans le monde.

Tadi pagi ada pertanyaan mengenai film FITNA dari temanku yang akan melanjutkan studinya ke USA (United States of America) negerinya mbah Bush. Dia bingung kalau-kalau ditanya-tanya soal Islam oleh kawan-kawannya di sana kelak.

Buat temanku, saya rekomendasikan bacaan berikut: Salah pengertian mengenai JIHAD.

Selanjutnya, saya ingin sharing sebuah hadis yang telah diuraikan maksudnya oleh Abuya. Berikut penjelasannya, moga dapat menangkap poin-nya.

Orang mukmin itu berhadapan dengan 5 jenis kesusahan.

1. hasad dengki orang mukmin.

2. Nafsu yang ada dalam diri yang nak selewengkan dari Tuhan.

3. Syaitan yang nak menyesatkan kita.

4. Orang munafik yang benci dengan kita.

5. Musuh, orang kafir yang sentiasa cari peluang untuk memerangi kita

(Al Hadis)

Kita akan bahas mengenai 5 golongan seperti hadis di atas dan bagaimana cara menghadapinya.

1. Bagaimana menghadapi hasad dengki orang mukmin.

Kita tak dapat lepas dari hasad dengki orang mukmin. Orang yang tak senang dengan kejayaan, dengan kemampuan kita. Kita tak boleh hadapi dengan sembrono, kalau sembrono menghadapinya maka akan menimbulkan perpecahan lebih besar. Ada empat kategori dalam menghadapi orang hasad dengki.

a. Kejahatan dia kita balas dengan kejahatan

b. Tak buat apa-apa buat tak tahu

c. Jahat dibalas dengan baik

d. Doakan

Membalas kejahatan dengan kejahatan itu tidak boleh, termasuk dalam kategori dosa. Walaupun ia menyusahkan kita, kita tak boleh menyusahkan dia. Kalau kita menyusahkan dia seolah-oleh kita tidak yakin Tuhan dapat menyelesaikannya.

Tidak berbuat apa-apa dan buat-buat nggak tahu itu lebih baik, kita serahkan urusan ini kepada Allah.

Yang terbaik adalah kejahatan itu dibalas dengan kebaikan. Orang soleh duhulu, sahabat, tabiin, tabiut tabiin, kalau ada orang yang buat jahat pada dia, dia bagi hadiah, dia bagi duit, bagi bantuan dan berbagai macam kebaikan lainnya.

Karena susah untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, maka dia doakan. Doa tak keluar duit, tak guna harta, lebih mudah sedikit, walaupun ada tak senang juga, hati terasa sakit.

2. Nafsu kita.

Ini susah. Kalau orang lain yang menjadi musuh mudah untuk merasakannya. Tapi kalau nafsu kita yang merupakan bagian diri kita, susah untuk merasakannya. Kadang-kadang kita justru merasakan dia sebagai penasehat bukannya musuh. Padahal, Tuhan berfirman kalau sesungguhnya nafsu tu suuuuuaaaaangat mengajak kepada kejahatan. Kita tidak sadar hal ini. Sebab itu ilmu perlu ada ilmu yang halus dan seni. Kalau tidak, kita tidak sadar kalau nafsu memusuhi kita. Dia sangat tersirat. Sifat nafsu itu tamak bakhil, ego, pantang dicabar, tak mau terima nasehat, tak tahan susah. Bukan mudah untuk mengendalikan nafsu karena dia sangat mengajak buat jahat. Anehnya, kita tidak sadar kalau dia sedang ajak kita buat jahat. Kita rasa dia ajak kita buat baik.

Sebab itu kit aperlu ilmu yang halus dan memahami yang tersirat. Kita perlu pandai untuk mengesannya. Nak mengesan kejahatan nafsu susah sebab ia bagian dari diri kita. Kalau tak disuluh dengan ilmu yang halus tak nampak kejahatannya, tak nampak durhaka dengan Tuhan, supaya kita dapat tundukkan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau dapat berbuat seperti itu barulah kita selamat dari tipuan hawa nafsu. Kalau tidak, kita sangka dia menasehati kita

3. Setan yang nak merusakkan kita.

Setan tidak tak dapat pengaruhi orang kalau tidak ada jalannya. Jalan masuknya adalah nafsu. Kalau nafsu tak terkawal, tak terdidik, rakus, tamak, bakhil, pemarah, ego, itulah jalan setan. Setan perlu jalan untuk masuk. Kalau kita tidak menjaga nafsu kita, ia jadi jalan untuk setan. Nafsu lebih jahat dari setan. Kalau nafsu terdidik, jalan untuk setan tak ada. Ia tak dapat pengaruhi manusia. Setan seperti jenis jin, dia dapat masuk ke dalam manusia. Maka ia dapat kotak katikkan kita. Kalau tak ada jalan, setan usaha juga, ia berbisik dari luar. Dapat berdialog dengan hati dan akal kita.

4. Orang munafik.

Definis Munafik adalah melahirkan Islam tapi menyembunyikan kekufuran. Itu yang berlaku di zaman Rasulullah SAW. Cara ini kalau sedikit berlaku di akhir zaman ini yang terjadi adalah munafik bentuk lain.

Di zaman Rasulullah SAW orang munafik dia lahirkan suasana Islam,dia sembunyikan kekufuran. Rasulullah SAW tahu walau sahabat tak tahu. Orang munafik itu tahu tahu dia munafik, dia tak Islam. Masuk Islam itu hanya untuk menipu. Nah, munafik sekarang lebih berbahaya. Dia keturunan Islam, sembahyang, puasa, naik haji, tapi ada hal yang dia ragukan. Dia sebenarnya sudah kafir, tapi orang Islam anggap dia Islam, kadang-kadang jadi imam, jadi bilal, pemegang agama dan dia sendiri yakin dia Islam, tapi sebenarnya ada benda yang dia ragukan.

5. Orang kafir baik itu kristian yahudi budha hindu.

Mereka ni sudah cerdik-cerdik, sudah pandai-pandai. Ini zaman modern. Mereka tidak akan perangi orang Islam dengan senjata kecuali umat Islam itu tersilap. Kalau umat Islam kasar, mereka ada peluang untuk perangi (LIHAT AFGHANISTAN, IRAK, DLL). Kalau kita sanggah mereka orang ramai akan sanggah kita. Kalau kita perangi mereka ada peluang untuk perangi kita. Inilah yang dibuat pejuang-pejuang Islam yang pendek akalnya / bodoh. Akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk memerangi orang Islam. Kalau umat Islam tidak kasar, tentu susah bagi mereka untuk memerangi kita.

Lantas, bagaimana menghadapi golongan munafik dan kafir ini?

Caranya dengan memperjuangkan kebenaran, maka kebatilan akan lenyap. Kita berjuang melahirkan sistem. Bila lahir sistem nampak cantik. Ia sudah boleh mempengaruhi banyak orang.

Bila kita dapat lahirkan sistem, maka ada bandingan.

Contoh:

Berlaku militan di selatan thai & berlaku sistem kita yang membuat kemajuan. Hasilnya nampak jelas, militan diperangi, kita diterima. Kalau orang tidak paham, ia akan menilai kerajaan thai seperti anti Islam. Padahal tidak! Di australia, militan di tekan, kita di sana disokong pemerintah. Di indon militan diperang, kita diberi laluan, sebab perjuangan kita membawa kasih sayang. Contoh dah ada.

Semua ini perlu ada ilmu. Kalau tak, kita akan tersasar. Sikap kita akan membuatkan kita kecundang. Yang penting kita lahirkan alternatif, sebab sistem Tuhan itu kalau dilahirkan betul2, orang tak Islam-pun akan rasa senang, rasa indah, bahagia sebab fitrah manusia sama. Sekalipun bukan Islam, manusia suka kasih sayang, suka kebahagian. Kalau kita faham dan lahirkan sistem ini, maka orang kafir pun akan ikut.

Sambil sarapan pagi, terdengarlah infotainment yang sedang seru membahas kasus DPR vs SLANK.

Oh Tuhan…makin nggak karuan saja bangsa ini yang merupakan efek dari mantra sakti bernama DEMOKRASI. Kita lihat fakta yang ada:

  1. Dimana-mana pilkada rusuh.
  2. Janji-janji palsu dalam kampanye
  3. dst…(isi sendiri deh, kan dah jadi pengalaman bersama)

Mengenai demokrasi ini, Abuya menuliskan sebuah sajak:

Apalah yang hendak dibanggakan dengan sistem demokrasi

makin ke hujung semakin membawa kecelakaan

Hasil demokrasi tidak dapat melahirkan pemimpin yang adil dan jujur

kepada bangsa dan negara apatah lagi kepada agama

Tidak kira berlaku di negara mana dan oleh apa bangsa

Hasil demokrasi masyarakat berpecah-belah, negara porak-peranda,

ekonomi binasa

Ramai pemimpin yang menang secara kotor, paling tidak menjadi

tanda tanya bagi yang Berjaya

Undi boleh dibeli, rasuah boleh dibagi, untuk menang ada janji-janjinya

Musim pilihanraya seolah-olah mendapat ikan kena tuba atau durian runtuh

oleh setengah orang

Rakyat yang tidak bertanggungjawab, pemimpin yang kotor memberi

sogokan dan suap

Rakyat diperjudikan, rakyat dipermainkan, rakyat jadi buah catur oleh tangan-tangan yang khianat

Rakyat umum menunggu pembela dari satu pilihanraya (PEMILU) ke satu pilihanraya (PEMILU) namun tidak kunjung tiba

Harapan demi harapan namun tidak menjadi kenyataan

Di setengah negara kerana tidak puas hati hasil demokrasi rakyat demonstrasi

Kerana adanya politik wang, ada penipuan di dalam undian

Rakyat tidak puas hati, bercakap-cakap serata negara namun pemimpin

tidak terasa malu juga

Apa perlu malu yang penting aku sudah menang, aku sudah berjaya dan ada kuasa

Yang tidak ada duit tapi mahu berjaya mencerca dan mengata,

menfitnah dan menghina

Tuduh-menuduh satu sama lain, hilang kasih sayang,

hilang perpaduan di dalam Negara

Di dalam demokrasi terpaksalah ada kroni, ada klik-klik, ada team dan kem

Ada orang aku, ada orang dia, ada orang depa setengah musuh jadi lawan,

lawan jadi musuh

Kawan tidak setia mudah dapat kawan mudah hilang kawan

Penyakit demokrasi ini berlaku di dalam negara,

berlaku di dalam parti seolah-olah sudah jadi budaya

Di dalam demokrasi payah mencari kejujuran, payah mencari kawan setia,

payah kata dikota (dilaksanakan)

Di dalam demokrasi khianat-mengkhianati, jatuh-menjatuhkan perkara biasa

Bahkan di setengah negara bunuh-membunuh pun terjadi juga

Kemudian pemimpin-pemimpin demokrasi itulah juga yang berslogan: mari bersatu, mari maju, mari bekerjasama

Bila rakyat tidak bersatu, bertindak balas terang-terangan

atau senyap-senyap kerana Mereka menuduh-nuduh setengah rakyatnya, sebenarnya mereka lempar batu sembunyi tangan

Padahal rakyat rosak kerana mereka

Bukan rakyat buta mata, bukan rakyat bodoh semuanya

Tapi rakyat tidak mampu bertindak kerana mereka sudah dilemahkan

oleh pemimpin-pemimpin mereka yang buta hati yang celik mata

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah malampaui batas; maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut. (Thaha: 43-44)

Kalau dipikir-pikir dan dirasa-rasa serta direnungi dalam-dalam, kurang dzalim apa sih sebenarnya Firaun itu? Sepertinya, Firaun adalah sosok ideal seorang yang luar biasa dzalim. Namun, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, memerintahkan Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s untuk memberi nasehat dengan kata-kata yang lemah lembut.

Sekarang kita pikir-pikir, kita rasa-rasa, serta kita renungi dalam-dalam, sedzalim apakah ayah ibu kita, istri kita, anak kita, tetangga kita, walikota kita, gubernur kita, presiden kita. Jika kita rasakan mereka itu dzalim-pun tak akan melebihi dzalim-nya Firaun.

Lantas, mengapa kita tidak dapat berbicara lemah lembut kepada mereka?

Ingin rasanya menyebarluaskan khazanah pemikiran Abuya Ashaari kepada masyarakat luas. Buah pikirannya global dan menyuluh kehidupan. Semoga Tuhan memberikan kekuatan pada saya untuk melaksanakannya. Buku-buku di bawah ini adalah sebagian dari tulisan Abuya yang sudah diharamkan oleh pihak Pusat Islam Malaysia (MUI-nya Malaysia). Satu tindakan sepihak lagi sewenang-wenang yang diambil tanpa muzakarah (diskusi).

Namun sungguh mulia akhlak Abuya. Bukannya menghujat tetapi justru Abuya mendoakan kebaikan untuk oknum-oknum Pusat Islam (MUI-nya Malaysia) .

Walaupun diharamkan di Malaysia, Anda tetap dapat mendapat panduan dari sebagian buah pikiran Abuya yang sudah dibukukan melalui penerbit GILIRAN TIMUR di Indonesia: http://www.giliran-timur.com/

atau bisa juga melalui bentuk digital:

http://kawansejati.ee.itb.ac.id/buku-sumber-ilmu

Usaha untuk men-digital-kan koleksi buku-buku Abuya sedang dalam pengerjaan.

inilah-pandanganku.jpgakidah_1.jpgakidah_2.jpgakidah_3.jpgbagaimana-rsululullah-mengubat-penyakit.jpgbahaya-syiah.jpgbarat-ambang-maut.jpgbersatu-menurut-islam.jpgcurahan-kasih-sayang.jpgdi-antara-rintihan-dan-hrapan.jpgfalsafah-ke-arah-menyelesaikan-masalah-hidup.jpgfalsafah-kemiskinan.jpghatiku-bermadah-lagi.jpghidden-knowledge.jpghidup-mengikut-pandangan-islam.jpghudud.jpgibadah.jpgiman-dan-persoalannya.jpgyang-tersurat-dan-tersirat.jpginilah-sikap-kita.jpgkasih-sayang.jpgkeadilan-menurut-islam.jpgkeindahan-islam.jpgkenapa-salahkan-musuh.jpgkesedaran.jpgkonsep-kesederhanaan.jpgkrisis.jpglangkah_langkah-perjuangan.jpglove-care.jpgmanusia-tak-memiliki.jpgmatlamat-perjuangan.jpgmengenal-diri-melalui-rasa-hati.jpgmeninjau-sistem-pemerintahan-islam.jpgmujdid.jpgpembahagian-manusia-di-akhirat.jpgpembangun-jiwa-dan-fikiran.jpgpendidikan-rasulullah.jpgpresiden-suharto.jpgrenungan-untuk-mengubah-sikap.jpgselamat-tinggal-duniaku.jpgthe-script.jpgwasiat-rasulullah.jpgwasiat-rasulullah-kepada-abu-hurairah.jpgwest.jpgyang-dirindu.jpgyang-tersurat-dan-tersirat.jpg

cvr-ajaib.gif

 

Buku lengkapnya bisa di baca di :

http://pemimpinpalingajaib.blogspot.com/2007/09/pemimpin-paling-ajaib-di-zamannya.html

yang bahasa Inggris bisa di baca di sini:

http://attamimi.blogspot.com/

(Videonya dibagi 3 part, lebih lengkap lihat di : http://www.youtube.com/watch?v=2QhYoXA-IXg)

Abuya Ashaari Muhammad adalah seorang warganegara Malaysia yang mempunyai kisah hidup yang berlainan dari orang lain. Membaca riwayat hidupnya, anda akan menemukan sesuatu yang berfaedah untuk hidup anda. Kerana di dalamnya penuh pengajaran dan didikan yang datang dari Allah. Kalau bukan kuasa Allah-lah, rasanya tidak mungkin semua itu boleh berlaku kepada dirinya.

 

Untuk itu biarlah saya senaraikan 50 alasan mengapa saya menyatakan hal yang demikian itu.

1. Suatu hari di tahun 80-an, di Masjid Lembah Pantai, Universiti Malaya, seorang tua berumur 80 tahun tersembam di pangkuannya selepas sembahyang Isyak. Orang ramai penuh di dalam masjid untuk mendengar kuliah daripada Abuya Ashaari Muhammad. Orang tua itu Embah Mahmud namanya. Dia berasal dari Johor.

Dengan air mata yang bercucuran dia berkata, “Sudah enam puluh tahun saya menunggu dan mencari kamu. Sekarang bertemulah sudah, dengan kuasa Allah.”

Air matanya membasahi baju Abuya Ashaari Muhammad. Embah itu berkata lagi, “Waktu saya berumur 20 tahun, saya pernah semajlis dengan Embah Agung (Syeikh Suhaimi). Dia menepuk belakang saya sambil berkata, “Perjuangan saya nanti akan disambung oleh seorang yang bernama Ashaari bin Muhammad. Kamu akan berjumpa dengan dia nanti, Mud.”

Embah Mahmud menyambung dengan berkata, “Apa yang saya dengar waktu itu (sekitar 1920-an) saya catat dan saya nak buktikan. Sekarang kata-kata itu telah terbukti.”

2. Pada hari Abuya Ashaari Muhammad dilahirkan oleh ibunya, ayahnya bermimpi berada di laut bersama bayi lelaki kecil yang baru lahir itu dan berlumba berenang. Si bayi berenang laju menyeberang laut. Sedangkan si ayah tidak mampu mengejarnya. Bila mimpi itu diceritakan kepada gurunya Kiyai Syahid, maka Kiyai Syahid berkata, “Anakmu ini ada `masa depan’. Aku telah namakan anak engkau itu Ashaari bin Muhammad.” (Cuma dalam pendaftaran, namanya dieja Asaari bin Mohamad.)

3. Ketika berumur 5 tahun (tahun 1942), Abuya Ashaari Muhammad sudah berkeinginan untuk memperjuangkan Islam dan benci dengan hal-hal yang bercanggah dengan Islam. Padahal tempat tinggalnya jauh di kawasan pedalaman yang dikelilingi hutan iaitu di Pilin, Negeri Sembilan. Waktu itu Jepun memerintah Tanah Melayu. Suasana persekitaran adalah tidak munasabah untuk menimbulkan rasa ingin memperjuangkan Islam, lebih-lebih lagi bagi seorang kanak-kanak berusia lima tahun.

4. Dilahirkan dari ibu dan ayah kandung yang kedua-duanya beramal dengan tarekat yang diasaskan oleh Syeikh Muhammad bin Abdullah As Suhaimi. Datuknya sebelah ayah, datang dari Yaman dan berdarahkan Bani Tamim. Kelahirannya dari keturunan wali-wali Allah, maka tidak hairanlah beliau mempunyai hati dan jiwa yang cintakan Islam dan kebenaran sedari kecilnya.

5. Waktu bersekolah rendah lagi, tanpa disuruh oleh sesiapa, Abuya Ashaari Muhammad suka memakai songkok. Apatah lagi bila meningkat remaja dan dewasa, beliau merupakan seorang Melayu yang tidak pernah membuka serban walau ke mana, bila dan dengan siapa.

6. Berumur 13 tahun, beliau sudah menjadi pengamal tarekat. Dia diijazahkan oleh pak ciknya, Syeikh (Lebai) Ibrahim, seorang guru di Pilin yang warak lagi soleh. Waraknya Syeikh Ibrahim, kalau ada kenduri kahwin berserta ronggeng dan joget di kampungnya, beliau akan keluar selama seminggu dari Kampung Pilin kerana takutkan bala Allah menimpa kampung dan tidak mahu bersubahat.

7. Bapa Abuya, Muhammad bin Idris adalah seorang pegawai kastam yang berpendidikan Inggeris tapi wataknya seorang ulama. Berguru dengan Kiyai Syahid yang bertaraf khalifah di dalam Jemaah Muhammadiah pimpinan Sayidi Syeikh Suhaimi. Beliau tidak pernah berhutang, tidak pernah ke hospital, tidak pernah berbahasa Inggeris walaupun tahu bahasa itu dan bekerja dengan orang putih. Sewaktu budaknya, di Segambut, beliau masih bersekolah lagi, Muhammad ini mengalami kejadian ajaib iaitu tiga kali mati. Yakni beliau disahkan mati, tetapi ketika dikapankan atau hendak dikebumikan, hidup kembali. Hal ini berlaku sebanyak tiga kali.

8. Pada tahun 1954, Abuya Ashaari Muhammad berpindah dari Segambut, Kuala Lumpur ke Kuala Klang, Selangor. Beliau tinggal di berek kastam bersama ayah dan ibu tiri. Abuya Ashaari Muhammad memilih untuk bersekolah agama di Maahad Hishamuddin, Klang sejarak 7 batu dari Kuala Klang. Walhal semua anak-anak kastam bersekolah di sekolah Inggeris yang juga ada di Klang.

9. Abuya Ashaari Muhammad diminta menjadi guru agama di madrasah kastam waktu berumur 18 tahun dan beliau mengajar di situ selama dua tahun. Ayahnya menghalang dari diberi gaji kepada beliau.

10. Tahun 1958 hingga 1968 beliau menyertai parti PAS. Pernah bergiat dalam Jamiah Dakwatul Islamiyah selama empat tahun. Bersama jemaah Ikhwan (Malaysia) selama setahun. Di dalam Tabligh selama setahun. Ikut Anwar Ibrahim dalam Abim, juga setahun. Semua badan Islam yang disertainya itu dirasakan tidak secocok dengan fikiran dan perasaannya. Maka semuanya ditinggalkannya.

11. Menziarahi ke pondok-pondok di Malaysia dan semua pesantren-pesantren besar di Indonesia untuk mencari apa yang diidamkannya sejak kecil, pun tidak ketemu.

12. Sejak remajanya, beliau mengkaji kitab-kitab yang memperkatakan tentang perjuangan Islam di akhir zaman (ketika umat Islam sudah begitu jauh ditinggalkan Rasulullah SAW). Abuya Ashaari Muhammad menemukan dua perkara besar tentang dasar perjuangan Islam iaitu:

a. Islam akan bangkit kali kedua di akhir zaman.

b. Pemimpin bagi kebangkitan itu ialah Imam Mahdi. Pewaris peribadi dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

13. Guru-guru Quran, Hadis dan bahasa Arabnya ialah sembilan orang, sepertimana yang disebut di dalam bab 5.

Demi menguasai ilmu, Abuya Ashaari Muhammad telah mencari sendiri kelas-kelas tuisyen dengan guru-gurunya. Salah satu kelas tuisyennya ialah pada pukul 12 malam, yang guru tuisyennya adalah nazir sekolahnya, Ustaz Haji Hakim bin Az Zahari, seorang ulama terkenal waktu itu. Kelas itu berjalan selama 2 tahun.

14. Untuk ke sekolah agama dan ke kelas tuisyen itu, Abuya Ashaari Muhammad akan mengayuh basikal sejauh 7 batu pergi dan 7 batu balik. Kalau lepas sekolah pagi, beliau balik ke rumah, maknanya untuk ke kelas tuisyen dia terpaksa mengayuh basikal lagi untuk round kedua; pergi balik 14 batu lagi. Selalunya beliau akan berehat atau tidur di masjid saja. Waktu malam bersama kawan. Esok pagi terus ke sekolah.

15. Begitu rapat dengan ibu tirinya dan disayangi oleh ibu tirinya. Abuya Ashaari Muhammad digelar oleh kaum-kaum ibu di berek kastam itu sebagai `anak dara Bedah’ (ibu tirinya) sebab sanggup buat kerja-kerja dapur seperti pergi ke pasar, masak, cuci rumah, basuh dan seterika pakaian setiap pagi. Sebelum pergi ke surau di berek kastam itu untuk azan, Abuya Ashaari Muhammad akan masak air dulu. Balik dari surau buatkan air minum, kemudian baru ke sekolah. Selalunya dia tidur di surau. Walaupun ramai anak-anak gadis pegawai kastam yang sebaya dengan Abuya Ashaari Muhammad tapi oleh kerana terlalu malu, dia tidak pernah bercakap dengan mereka menyebabkan mereka sangat hormat kepadanya.

16. Walaupun beliau anak pegawai kastam, kehidupan di rumah agak selesa makan minumnya tapi ayahnya melatihnya hidup miskin di luar rumah. Sebulan pergi sekolah cuma dapat RM3.00, pakaian dua pasang dan ketika dia mengajar di berek kastam, ayahnya minta supaya dia jangan diberi gaji. Oleh kerana biasa dengan kemiskinan dan kesusahan, membuatkan Abuya tahan menanggung ujian-ujian dan kreatif berusaha untuk mencipta kejayaan-kejayaan.

17. Ketika aktif dalam PAS di Tanjung Karang, bersama ahli-ahli di sana, beliau bangunkan sekolah dewasa, sekolah Arab, kedai makan, mini market dan bakeri (menghasilkan roti yang dipasarkan ke 17 tempat).

Oleh kerana bukanlah cara PAS Pusat untuk membangunkan Islam dengan cara yang sedemikian, maka Abuya Ashaari Muhammad tidak mendapat sokongan dari Pusat.

18. Beliau dipindahkan kerja ke Datok Keramat, Kuala Lumpur. Sempat membuka 17 markas PAS untuk Kuala Lumpur. Di umur 27 tahun, dilantik menjadi AJK Dewan Ulama PAS dan Exco PAS Selangor.

19. Umur 31 tahun, menjadi pemimpin Jemaah Darul Arqam. Yakni sesudah puas mencari pemimpin di mana-mana, tidak dijumpai seperti yang diinginkan atau yang difahaminya. Islam dengan gaya Arqam itulah benar-benar pilihannya. Yakni Islam yang membawa sistem hidup Al Quran dan As Sunnah, yang akan bangkit kali kedua yang mana pemimpin sebenarnya ialah Imam Mahdi. Harapannya biar dialah yang mencuba mengasaskan gerakan itu.

20. Dalam kajiannya melalui guru-guru dan kitab-kitab, Imam Mahdi itu seorang lelaki yang dighaibkan Allah yang akan zahir semula, sepertimana Allah akan turunkan Nabi Isa semula dari ghaibnya. Imam Mahdi yang bernama, berbapa dan beribu seperti Rasulullah itu pada Abuya Ashaari Muhammad adalah satu-satunya manusia yang mampu Islamkan dunia kali kedua seperti yang dibuat oleh Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Tanpa Imam Mahdi, tidak akan ada seorang pun pemimpin dunia Islam yang mampu buat kerja-kerja yang besar itu.

21. Memimpin Darul Arqam selama 25 tahun tanpa ditukar ganti pemimpinnya. Ini kerana kepimpinannya dan jemaahnya tiada pilihan raya atau mesyuarat agung. Dia dijadikan pemimpin bukan oleh undi. Tapi diterima dari hati pengikut-pengikutnya. Sistem tukar ganti pemimpin setiap beberapa tahun tidak berlaku kerana pengikut atau anak muridnya tidak ada seorang pun yang mahu atau mampu mengambil alih jawatan itu. Ada yang cuba cabar seperti Akhbar Anang, Mokhtar Yaakob dan Halim Abbas, tetapi mereka kecundang dengan sendirinya.

22. Allah SWT telah takdirkan Darul Arqam dihancurkan oleh kerajaan menggunakan ISA. Abuya Ashaari Muhammad tidak melawan bahkan memberi kerjasama. Keyakinannya bahawa Allah pasti menguji pejuang- pejuang sebelum diberi kemenangan. Ujian adalah penghapusan dosa. Penentang akan terhukum. Setelah 10 tahun berlalu, Abuya dibebaskan dari ISA. Sedangkan melalui Syarikat Rufaqa’ Corporation Sdn. Bhd., jemaah Abuya yang baru itu menjadi lebih baik daripada jemaah Darul Arqam. Syarikat perniagaan itu dibangunkan sewaktu Abuya Ashaari Muhammad dibuang daerah (RO) oleh ISA. Ertinya, akta tersebut tidaklah sezalim yang disangka kerana terhadap Abuya, budi bicaranya telah membolehkan Abuya hidupkan semula perniagaannya. Bahkan Abuya berterima kasih kepada ISA kerana hasil proses ISA, Allah menjadikan perjuangan Abuya lebih laju dari sebelumnya. Abuya merasakan tidak ruginya 10 tahun dalam tahanan ISA. Ia dibayar oleh Allah dengan menjadikan negara Malaysia sebagai negara Islam Hadhari oleh Perdana Menteri baru. Rufaqa’ mendapat peluang-peluang istimewa dalam negara baru ini.

23. Bekas anak murid Abuya Ashaari Muhammad ada yang menentang beliau semenjak Arqam diharamkan, konon mahu hancurkan Abuya. Tapi ternyata usaha-usaha mereka yang hancur. Para pemerhati berkata, “Allah bersama Abuya bilamana penentang-penentangnya cuba menghancurkan Abuya dan perjuangannya. Bahkan mereka yang hancur. Hinggakan nak cari makan pun susah.”

24. Penentang-penentang itu juga sebenarnya mahu membangunkan jemaah baru dengan mengambil pengikut-pengikut Abuya. Namun kenyataannya, mereka tidak mampu membangunkan jemaah. Di waktu jemaah Abuya membesar semula, mereka makin berpecah belah. Bahkan rumah tangga mereka turut berpecah belah terutama yang berpoligami semasa ikut Abuya. Rumah tangga poligami pun tidak dapat dipertahankan bilamana tidak bersama Abuya.

25. Lebih mencengangkan para penentang Abuya Ashaari Muhammad ialah di waktu mereka tidak mampu untuk membangunkan apa-apa, jemaah Abuya yang mereka halang itu boleh berkembang sampai ke luar negara. Sedangkan tiada siapa menghalang mereka. Namun mereka tidak boleh membangunkan apa-apa. Ertinya, kuasa Allah itu tetap berlaku, tidak boleh dibekaskan (memberi kesan) oleh usaha-usaha manusia yang menghalang atau tidak dihalang.

26. Realiti hidup Abuya Ashaari Muhammad sebenarnya tidaklah dia itu berusaha keras untuk hidup dunianya. Sementelahan dia sudah berumur 68 tahun. Sakit-sakit pula. Dia tiada rumah sendiri, tiada wang simpanan di bank, tiada harta, keretanya pun bukan milik peribadi. Aktivitinya cuma mengeluarkan minda-minda (buah-buah fikiran) dan beribadah. Namun kelihatan peribadinya, keluarga dan jemaahnya begitu kaya. Taraf hidupnya mendekati standard raja-raja atau sultan-sultan di dunia. Rezeki jenis ini sesungguhnya Allah peruntukkan kepada orang-orang yang full time dengan-Nya.

27. Di dalam ISA, keadaannya sangat tidak memungkinkan jemaahnya hidup kembali. Namun ianya hidup. Selepas ISA, Allah takdirkan Abuya Ashaari Muhammad sakit kuat, lagilah tidak mungkin pengaruhnya membesar. Namun kenyataannya; yang menggemparkan para pemerhati; bahawa dalam kesakitannya Abuya Ashaari Muhammad mendapat pengaruh yang cukup besar sama ada di dalam atau di luar negara. Ini membuktikan bahawa usaha manusia bukan memberi bekas, tapi kuasa Tuhanlah yang mampu memberi kesan.

28. Dr. A. Tasman Ya’cub, Pensyarah tetap Fakulti Dakwah IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Imam Bonjol, Padang, mendapatkan gelaran PhDnya adalah hasil sebuah tesis berjudul `Dakwah Islam Dalam Perspektif Ashaari Muhammad’. Tesisnya berjaya diselesaikan pada Mac 2006, mendahuluinya ialah beberapa orang doktor lain yang mendapatkan PhD mereka hasil mengkaji Abuya Ashaari Muhammad. Antaranya:

i. Dr. Mohd Syukri dengan tesis bertajuk: `An Islamic Approach to Rural Development - the Arqam Way’

ii. Tahun 1994, Dr. Hendra Messa dari Institut Teknologi Bandung, tesisnya bertajuk: `Perilaku Organisasi Mengenai Pendekatan Keagamaan (Islam) Dalam Pengelolaan Perusahaan Industri, Studi Kasus pada Al Arqam Group of Companies Malaysia’.

iii. Dr. Asep Zaenal Ausop, dari Universiti Islam Negeri (UIN) Jakarta. Tesis bertajuk: `Ashaari Muhammad, Al Arqam, Ajarannya dan Gerakannya’.

iv. Drs. Misri A. Muchsin 1995, IAIN Al Raniri, Darul Salam Banda Aceh. Tesis bertajuk: `Aspek Tareqat Dalam Pemikiran Darul Arqam’ (studi perbandingan dengan tareqat Naqshabandiyah)

v. Dr. Ahmad Fauzi Abd Hamid di University of Newcastle, Upon Tyne, United Kingdom, di Fakulti Sains Politik, membuat tesis bertajuk: `Islamic Resurgence in the Periphery: A Study of Political Islam in Contemporary Malaysia with Special Reference to the Darul Arqam Movement’.

Demikianlah Abuya Ashaari Muhammad dapat menarik perhatian golongan intelektual untuk mengkaji tentangnya. Walhal Abuya tiada apa-apa sijil. Apalagi PhD. Mengapa beliau dapat menghasilkan sesuatu yang tidak masuk akal ini?

29. Sekarang ini bersama Rufaqa’, Abuya Ashaari Muhammad dapat menarik beberapa Doktor (PhD) dan termasuk doktor perubatan, untuk menjadi pengikut dan anak muridnya iaitu antaranya:

1. Dr. A Tasman Ya’cub (PhD)

2. Dr. Abdul Rahim Tahir (MD-Pakar Kardiologi)

3. Dr. Ainun Idris (MD-Dental)

4. Dr. Azlina Jamaluddin (MD-Dental)

5. Dr. Fadhil Osman (PhD)

6. Dr. Fathoni bin Saidi (MD-Vetrinary)

7. Dr. Fauzi Abd. Hamid (PhD)

8. Dr. Gina Puspita (PhD)

9. Dr. Hanif Abdul Rahman (MD)

10. Dr. Ing. Abdurrahman R. Effendi (PhD)

11. Dr. Johari Haris (MD-Dental)

12. Dr. Mahmood Al Marglani (PhD)

13. Dr. Md. Noh Jalil (PhD)

14. Dr. Mohd. Noor Mohd. Basir (PhD)

15. Dr. Nik Hasmawati bt. Nik Abdullah (MD)

16. Dr. Noraini Abdur Rahman (PhD)

17. Dr. Norliah Mohd Noor (MD)

18. Dr. Rahida bt. Abdul Razak (MD-Pakar Anaesthetik)

19. Dr. Rohaya Dato’ Mohd (MD)

20. Dr. Siti Rafeah bt. Ismail (MD)

21. Dr. Syukri Salleh (PhD)

22. Dr. Yusri Yahya (MD)

23. Mejar Dr. Abdul Hamid Sujak (MD)

24. Mejar Dr. Yusof Abu Bakar (MD)

30. Tetamu-tetamu Abuya Ashaari Muhammad bukan sebarang orang. Mereka bukan hanya dari dalam negara tetapi juga dari jauh seperti England, Perancis, Jerman, Maghribi, Syria, Jordan, Turki, Arab Saudi, Australia, Uzbekistan, Indonesia, Thailand, Singapura dan Brunei. Di antara mereka ada rektor, jurutera, ahli korporat, pemimpin tarekat, para ulama, pemimpin politik, jeneral tentera, kerabat diraja serta lain-lainnya. Mereka datang sama ada sebagai individu atau berkumpulan. Hal ini sebenarnya mustahil boleh berlaku pada orang biasa. Tapi Allah-lah yang melakukan untuknya. Antara tetamu itu adalah:

Dari Mesir:

1. Dr Ali Muthawwi, pensyarah Universiti Al Azhar

2. Dr Abd Rahman Al `Adawy, pensyarah Universiti Al Azhar

3. Dr Abd Jawwad Khalaf Abdul Jawwad, mudir Universiti Dirasat Islam

4. Amir Fahd Syeikh Tarekat Dandarawiyah

Dari Jordan:

1. Dr Syeikh Noh, Timbalan Menteri Agama Emirate

2. Dr Hishamuddin As Sulthon Attamimi, Timbalan Rektor Universiti Al Bait

3. Dr Badar, ahli korporat

4. Dr Abu Mush`ab, ahli korporat hartanah

5. Dr Abdul Salaan `Abbady, Rektor Universiti Al Bait

6. Dr Adam Noh, pensyarah Universiti Yarmuk

Dari Maghribi:

1. Dr Abdus Salam Harras, ketua Gabungan Islam Ulama Afrika Utara

2. Dr Abdullah Kanun

3. Syeikh Al `Iraqi

Dari Syria:

1. Dr Solahuddin Al Kaftaru, Presiden Yayasan Kaftaru

2. Dr Badi`ul, pensyarah universiti

3. Dr Hasan Bugha, pensyarah universiti

31. Kita umat Islam sangat beruntung kerana dikurniakan seorang Nabi dan Rasul akhir zaman yang tidak perlu membaca dan menulis untuk menguasai ilmu. Nabi junjungan yang Ummiy itu, Nabi Muhammad SAW, diberi hati oleh Allah yang mampu mengambil terus ilmu dari Allah (melalui malaikat Jibril), tanpa perlu membaca dan menulis. Gemparlah dunia Arab, Rom dan Parsi kerana kejadian ini. Di mana seorang yang direndahkan tapi menjadi sepandai-pandai manusia. Kuasa Allah diciptakan kepada orang-Nya. Demikian Abuya Ashaari Muhammad ini. Diperkecilkan orang alim zamannya tentang dirinya yang dikatakan tiada autoriti keilmuan. Namun kini Abuya Ashaari Muhammad muncul sebagai penulis dan pejuang ilmu yang cukup global. Ilmu yang dikeluarkannya besar-besar belaka, yang menyuluh dalam semua aspek hidup. Ilmu itu pula bukan hanya tinggal sekadar ilmu, tetapi zahir sebagai sistem hidup Islam yang dipraktikkan olehnya dan jemaahnya. Beratus-ratus sudah tajuk-tajuk buku dan kuliah Abuya, manakala sajak-sajak dan madah beribu-ribu banyaknya. Beliau juga mempunyai kuliah-kuliah dan ceramah-ceramah dakwah dan tarbiah yang berbeza-beza tajuknya semenjak beliau muda hinggalah ke umur tuanya. Setiap minggu Abuya Ashaari Muhammad membawa tajuk baru kepada pengikutnya. Ilmunya ternyata bertambah-tambah dan berkembang-kembang dari masa ke semasa.

Memang ada bukunya yang diharamkan. Tapi jelas itu ialah program politik negara. Walhal secara ilmiah, ilmu Abuya sudah diiktiraf oleh doktor-doktor PhD yang mendapat sijil-sijil mereka itu. Tesis Dr. Tasman Ya’cub misalnya, telah dibahaskan oleh tujuh orang ilmuwan-ilmuwan besar Indonesia. Selama tujuh jam mereka `menyerang’ Pak Tasman dengan soalan-soalan provokatif mengenai Abuya. Mereka telah hakimkan bahawa tesis itu lulus. Mereka yang menjadi team penguji (panel penilai) kepada tesis `Dakwah Islam Dalam Perspektif Haji Ashaari Muhammad’ itu ialah:

i. Dr. Hidayat Nurwahid selaku ketua Majlis Permesyuaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia.

ii. Prof. Dr. Bambang Pranowo, selaku Staf Ahli Menteri Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia.

iii. Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

iv. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA. Direktur Pasca Sarjara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

v. Prof. Dr. HM Yunan Yusuf selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

vi. Dr. A. Wahib Mu’thi, selaku Dosen Senior pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

vii. Prof. Dr. Badri Yatim, MA. Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang ini, silalah rujuk kepada buku Dr. Tasman Ya’cub, cetakan pertama 04/2006, penerbit Giliran Timur bertajuk Dakwah Islam dalam Perspektif Haji Ashaari Muhammad.

Penulis tersebut menangis sebaik diumumkan tesisnya lulus. Walhal dia sama sekali tidak menyangkanya kerana kontroversi politik yang besar, yang diajukan ke atas figure rujukannya itu. Ertinya secara ilmiah, Abuya Ashaari Muhammad sebenarnya tidak bersalah. `Kesalahan’nya ialah kerana mencabar politik dengan mewujudkan sistem di dalam sistem bersama pengaruh yang makin membimbangkan. Penulis tesis itu juga berbangga kerana figure yang ditampilkannya diiktiraf oleh barisan ilmuwan yang ada PhD, sedangkan setahunya, barisan ulama yang mengharamkan dan menyesatkannya seorang pun tidak ada PhD.

32. Hasil daripada ilmu yang diilhamkan kepadanya, bersama kekuatan ibadah dan taqwanya, Abuya Ashaari Muhammad kini mempunyai 700 rangkaian projek dalam sistem hidup Islam bermodalkan Tuhan yang diperjuangkan ke seluruh dunia. Rangkaian sistem ini terdapat di Malaysia, Thailand, Singapura, Australia, Jordan, Syria, Perancis, Jerman dan Mesir.

33. Abuya Ashaari Muhammad dilihat begitu kaya, namun dia sebenarnya boleh disenaraikan sebagai seorang yang miskin. Layak menerima zakat kerana rezekinya tiada sumber yang tetap. Istilahnya dia miskin tapi kaya. Kaya tapi miskin. Peribadi beginilah yang dilahirkan oleh Islam yang selamat di dunia dan tiada hisab di Akhirat. Sebab yang kaya bukan peribadi tapi jemaahnya. Masyarakat boleh menumpang kekayaannya.

34. Orang yang sayang padanya terlalu sayang. Manakala yang benci terlalulah benci. Sayangnya orang kepadanya sampai sanggup berkorban habis-habisan dan hidup mati digunakan untuk ikut membantu perjuangannya. Komitmen begini membolehkan Abuya Ashaari Muhammad membangunkan jemaahnya tanpa meminjam dengan bank dan tidak berhutang. Taat setia yang dibuktikan oleh pengikut begitu luar biasa hinggakan semua arahan beliau untuk perjuangan Islam semua terlaksana.

Sebaliknya, bagi mereka yang benci pula tidak mampu mengawal diri kerana rasa benci yang keterlaluan (hingga sanggup menyihir Abuya dan pengikutnya) adalah kerana Allah mahu dedahkan musuh-musuh atau penentang-penentang itu semuanya. Juga supaya mereka dapat menilai diri dan masyarakat juga dapat menilai, setelah menghancurkan jemaah Abuya, mana jemaah perjuangan mereka yang boleh mereka buat lebih baik lagi, demi agama, bangsa dan negara Islam?

35. Ada orang marahkan Abuya kerana suka buat ramalan. “Mengapa berpegang kepada ramalan?” kata mereka. Mari kita berfikir begini:

Dalam Islam, kepada penganut-penganut yang setia terhadap sumpah setianya kepada Allah dan Rasul, maka di antara anugerah yang Allah akan beri kepada mereka dan tidak pada hamba-hamba selainnya ialah:

i. Mimpi yang benar.

ii. Khasyaf hati yang tembus.

iii. Mendapat berita-berita ghaib (yang belum terjadi tapi akan terjadi) melalui talian-talian roh seperti ilham, yaqazah dan mimpi.

Contoh-contohnya adalah sebagaimana yang pernah terjadi kepada nabi-nabi, rasul-rasul dan wali-wali Allah. Bacalah sejarah, kita akan dapat melihat bagaimana Tuhan memberi bantuan dengan berita-berita ghaib yang bakal berlaku. Tapi ingat, ia berbeza dengan Nostradermos dan suku-sakatnya yang juga dapat berita ghaib melalui syaitan sebab syaitan itu di antara kerjanya mencuri-curi berita dari langit.

Sebenarnya Abuya Ashaari Muhammad termasuk orang yang direzekikan Allah dengan berita-berita ghaib ini. Kita bertuah kerana boleh menumpang manfaatnya sama. Di antara berita-berita besar yang dianugerahkan Allah kepada beliau tentang Malaysia yang telah pun terjadi ialah:

· Pemerintahan di Malaysia oleh Mahathir dan Anwar akan jatuh.

· Ekonomi akan jatuh.

· Tentang Amerika, Abuya Ashaari Muhammad berkata, kuasa besar itu akan jatuh lumpuh dan selepas Perang Teluk, Islam akan kembali gemilang.

Kalau begitu, mari kita ambil perhatian dengan apa pula yang dikatakan yang belum terjadi:

i. Malaysia akan jadi negara Islam yang diperintah oleh bukan orang politik.

ii. Asia akan bersatu dengan Malaysia, membantu negara Islam.

iii. Kebangkitan kali kedua ke seluruh dunia bermula dari Malaysia.

iv. Imam Mahdi akan muncul di Mekah.

v. Orang Melayu akan menawan Palestin dan Masjidil Aqsa.

36. Abuya terlalu yakin dengan adanya peranan Tuhan yang Maha Kaya dalam membantu kebangkitan Islam. Abuya bangunkan perjuangannya betul-betul bermodalkan Tuhan. Telah dibuktikan oleh beliau, setiap pejuang yang sanggup baiki diri dengan taqwa, sembahyang malam, bertaubat, tebus dosa (bersedekah), berkasih sayang, wirid dan doa, nescaya Allah akan tunaikan janji-Nya.

37. Ilmu yang global dan sistem hidup Islam yang global yang diasaskan oleh Abuya Ashaari Muhammad setakat ini ialah:

· Sistem kepercayaan (akidah) dalam diri pengikut-pengikutnya.

· Sistem ibadah dan akhlak dalam kehidupan.

· Sistem kekeluargaan besar dan kecil (poligami). Tidak takut mempunyai anak ramai.

· Sistem pendidikan di peringkat tua, dewasa, remaja dan kanak-kanak.

· Sistem sosial dalam keluarga, jemaah dan masyarakat.

· Sistem kewangan tanpa riba dan tipu daya.

· Sistem ekonomi yang bermoral dan membela

· Sistem kebudayaan yang mendidik dan menghiburkan.

· Sistem pertanian dan penternakan.

· Sistem penerbitan yang menuju Tuhan.

· Sistem pembangunan material yang cepat dan murah.

· Sistem perkahwinan yang tidak membebankan.

· Sistem pengeluaran yang mudah.

· Sistem perhubungan antarabangsa. Bangsa asing pun boleh terima.

· Sistem dakwah, motivasi dan kaunseling yang percuma. Ramai orang masuk Islam di tangannya. Antaranya dari Sabah, Thailand, China, Uzbekistan dan Filipina.

· Sistem kebajikan Islam.

· Sistem kebersihan dan kesihatan standard Tuhan (yakni mengikut ukuran syariat yang Tuhan tetapkan).

· Sistem perjuangan dan pengorbanan tanpa kepentingan.

· Sistem kasih sayang dan perpaduan yang diikat di antara hati-hati insan.

38. Jemaah Abuya dan perjuangannya bukan untuk Malaysia sahaja, tidak untuk orang Melayu Islam sahaja dan tidak untuk Rufaqa’ semata-mata. Atas nama Allah dan Rasul, Abuya diterima di kalangan UMNO, PAS, Keadilan, kaum Cina, India dan lain-lain. Semua ini boleh bersatu di majlis Abuya atau dalam jemaah Abuya. Bahkan Abuya juga mengikat warga Sarawak, Australia, Jordan, Perancis dan lain-lain untuk jadi macam keluarga dengannya. Keupayaan menyatu-padukan semua golongan ini bukan kecil harganya. Di waktu manusia berpecah belah sekalipun dalam satu keluarga, maka kalau ada orang boleh mengikat semua golongan, ia adalah satu anugerah besar Tuhan seperti apa yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW yang menyatukan kaumnya, yang sebelum itu berperangan antara satu sama lain.

39. Di antara ramai tokoh, pemimpin, usahawan, jutawan, ilmuwan, karyawan, budayawan dan lain-lain, di tangan masing-masing terjadilah pembangunan-pembangunan material yang luar biasa. Namun Abuya berjaya menghasilkan `Bandar’ yang lain dari yang lain iaitu sebuah `Bandar’ dengan sistem hidup yang memasukkan Tuhan dan Akhirat sebagai imbangan dan praktikal. Dengan kata-kata lain, Abuya dapat membangunkan material dan rohani sekaligus. Walaupun pembangunan materialnya tidaklah bersaiz besar tetapi sistem model itu adalah penghasilan yang patut ditiru, diambil dan diperjuangkan oleh semua golongan. Mencantumkan material dan rohani dalam satu diri untuk dapatkan peribadi agung dan bangsa yang agung yang praktikal adalah kerja paling sukar yang Allah tidak rezekikan kepada filasuf dan ahli-ahli dunia, melainkan kepada rasul-rasul dan mujaddid-mujaddid.

40. Satu lagi ciri-ciri mujaddid ialah dia tidak dapat dihalang oleh penentang-penentangnya. Ada yang beranggapan Abuya sudah gagal dan akan gagal kerana jemaah Arqam sudah dihancurkan dan dia ditangkap serta dihukum. Sebenarnya, sejarah Rasulullah SAW sendiri beberapa kali dapat `dihancurkan’ iaitu:

i. Dikepung di Bani Syuaib selama tiga tahun.

ii. Ketika hijrah, jemaah di Mekah hancur.

iii. Ketika perjanjian Hudaibiah, pasukan Rasulullah ditewaskan.

iv. Ketika di medan perang, Rasulullah SAW pernah patah gigi dan luka-luka.

Adapun maksud tidak dapat dihalang oleh para penentang itu ialah sebenarnya dia dapat melepasi semua halangan dan akhirnya perjuangannya dapat menguasai suasana.

41. Asas bagi keajaiban di dalam jemaahnya adalah kerana Abuya Ashaari Muhammad mempunyai peribadi yang ajaib. Di waktu orang tidak lagi pedulikan Tuhan kerana terlalu cintakan dunia, Abuya Ashaari Muhammad meletakkan Tuhan (Allah SWT) sebagai cinta agungnya. Dengan maksud, seagung-agung cinta itu adalah datang dari Tuhan dan untuk Tuhan. Ertinya merasakan terlalu besarnya cinta kepada Tuhan. Dengan kata lain, hidup matinya semua hanyalah untuk dan kerana Tuhan. Lihatlah jadual dan program hidupnya yakni sepenuh masanya dengan Tuhan, Allah Rabbul `Alamin.

42. Demi membuktikan cinta kepada Rasulullah SAW, Abuya Ashaari Muhammad mengambil gaya hidup poligami untuk meramaikan umat. Kerja yang amat sukar, yang tidak ramai orang lelaki lakukan iaitu poligami secara terbuka dan mempunyai seramai-ramai anak. Itulah yang cuba dibuktikan. Tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga kepada semua anak-anaknya. Tiga belas orang anaknya yang berumah tangga sudah berpoligami. Menjadikan bilangan anggota keluarganya, isteri, campur anak, campur menantu, campur cucu ialah lebih dua ratus orang. Dan semuanya itu adalah anggota jemaahnya. Tiada seorang anaknya yang tidak ikut perjuangannya. Stail hidup ini ditiru pula oleh pengikut-pengikutnya.

43. Percintaannya dengan Tuhan dapat dilihat dalam dua bentuk:

i. Berhabis-habisan dalam mempromosi Tuhan.

ii. Membesar-besarkan dan mengutamakan kehendak-kehendak Tuhan dalam hal ibadah dan akhlak.

44. Orang memperkecilkannya kerana tidak banyak bawa nas dan tidak kuat ibadah. Walhal Abuya Ashaari Muhammad mempunyai perilaku yang jauh lebih agung dari itu kerana dia mampu melaksanakan nas Al Quran dan Al Hadis. Nas bukan untuk dihafal tapi untuk diamalkan dalam kehidupan. Manakala ibadah adalah untuk bertaqwa kepada Allah. Kalau hati sudah penuh dengan takut dan cinta Allah, bukankah itu sebesar-besar ibadah?

45. Bukti bahawa Abuya amat menghayati Allah dan Rasul ialah bila dilihat pada akhlaknya, yakni beliau adalah seorang yang zuhud, sabar, berani, pemurah, kasih sayang, tawakal, tawadhuk, pemaaf, pemalu, menghormati tetamu, membela jiran, menjaga anak buah dan menziarahi manusia. Tidak mahu memakai seluar panjang tanpa kain pelekat kerana malukan auratnya hingga beliau sentiasa berkain pelekat ke mana-mana. Beliau mendoakan musuh-musuhnya. Beliau menegakkan kebenaran di hadapan pemerintah dan sistem sekular. Orang berkata beliau mengambil kepentingan dan menzalimi anak buah. Walhal kenyataan sebenarnya ialah dia pemimpin yang sanggup miskin untuk menumpangkan kekayaan lahir batin kepada anak buah.

46. Terkumpul pada dirinya watak-watak diri yang berbagai-bagai: suami yang bertanggungjawab, pemimpin yang berwibawa, guru yang dicontohi, bapa yang bijaksana, kawan yang setia, ibu tempat bermanja, tempat rujuk dan tempat mengadu. Abuya Ashaari Muhammad menjadikan dirinya tempat orang meminta tolong. Sehingga orang yang mengenalinya akan berkata dialah ibu, ayah, guru, pemimpin, kawan dan suami yang dicintai isteri-isterinya.

47. Semua kesenangan hampir dimilikinya dan semua jenis ujian kesusahan pun dirasakan Tuhan kepadanya. Dia boleh dikatakan manusia yang paling disusah-susahkan Allah di zaman ini. Hidupnya bertahap, tidak melompat. Semua jenis kenderaan dipakainya. Dari yang serendah-rendah kepada yang secanggih-canggih. Semua jenis rumah tempat tinggal didudukinya. Dari yang sedaif-daifnya hingga ke semoden-modennya. Semua jenis kelompok manusia digaulinya dan pernah dicampuri dari serendah-rendah sampai ke setinggi-tingginya. Demikianlah Abuya Ashaari Muhammad dikayakan Tuhan sesungguh-sungguhnya.

48. Direzekikan mengembara ke 3/4 dunia untuk berkenalan dengan kaum-kaum di dunia. Bertahun-tahun menetap di negara-negara luar hingga faham betul watak, budaya, agama, masyarakat dan pemimpin di negara-negara di dunia.

49. Terdapat enam ulama besar dunia yang menyokong perjuangannya. Dua orang di Turki, seorang di Iraq, seorang di Madinah, seorang di Maghribi, seorang di Jordan. Mereka semuanya pemimpin-pemimpin yang mempunyai pengikut yang ramai. Ada di antaranya yang mempunyai pengikut jutaan orang di seluruh dunia. Mereka ialah Sidi Abdul Nasir, Syeikh Shammar, Sidi Dr. Salam Al Harras, Syeikh Abdul Jabbar, Syeikh Mahmood dan Syeikh Haidar.

50. Imam Mahdi dalam program dan strategi mengislamkan dunia ini semula; menurut Abuya Ashaari Muhammad; dia sedang memulakan tapaknya menggunakan tangan orang kanannya Al Fata At Tamimi. Abuya yakin orang kanan itu ialah dirinya. Namun siapa-siapa pun boleh mencuba sehingga Allah akan mengesahkannya. Tentang inilah masyarakat jadi keliru dibuatnya. Ada orang yang mengatakan Abuya mengambil kesempatan mencari kepentingan peribadi. Walhal menurut Abuya Ashaari Muhammad, “Ingat saya tak malu ke nak mengaku-ngaku? Allah kalau hantarkan duta-dutanya ke bumi, tentu Dia beritahu orang itu, `Awak wakil Saya,’ lalu hati orang itu didorong-dorong untuk memaklumkannya kepada dunia.”

Namun apa pun, bersabarlah kita untuk sama-sama melihat apakah pengakuannya benar atau tidak, iaitu dengan melihat apakah dalam umurnya dia sempat mendapat daulah Islamiah yang dijanjikan itu.

 

kkna-solar.jpg 

Hampir dua minggu diriku menjelajahi anjungan-anjungan minyak di lepas pantai laut jawa. Perjalananku berkenaan dengan adanya proyek pengaktifan kembali beberapa sumur-sumur minyak. Fasilitas di sumur-sumur yang kukunjungi itu hampir habis di curi oleh para perompak alias maling. Duh kasihan maling-maling itu sudahlah mereka mencuri itu resikonya besar (ombak lautan, sumur yang blow up, dll) di akhirat kelak kalau tidak bertaubat akan masuk neraka :(

Ini hasil kerja gerombolan maling itu:

dscn2481.jpg

(well head panel yang habis dicuri)

Saya berdoa, moga-moga bapak-bapak maling itu mendapat hidayah dari Tuhan. Kasihan anak istri mereka yang mendapat nafkah dari harta yang tidak halal.

Mursyidku, Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, ketika melihat lautan hatinya berkata seperti ini:

Bila aku lihat lautan

Saujana mata memandang

Luas tidak nampak tepi

Ombak melambung dan menggulung,bergelora tidak berhenti-hentinya