Archive

Monthly Archives: April 2008

Sekarang buah pikiran Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi sudah ada dalam bahasa Prancis.

http://aimedieu.wordpress.com

l’unique person : Abuya

Ash Shaykh Al Ustadh Ashaari Ibn Muhammad est un écrivain prolifique. Depuis 1977, il a écrit plus de 70 livres – plus de 6 livres sur la poésie et des citations, des centaines de milliers de prose, plus de 5 titres sur des exposés généraux sur la série et trente livres sur l’islam allant de la philosophie «restitutions» et la résolution de problèmes dans la société islamique. C’est vraiment stupéfiant si l’on considère ses autres activités. C’est un Cheikh [chef religieux] étude d’un groupe islamique basé en Malaisie, mais avec des étudiants [Mureed] de tous les coins du monde.

Il conseille et dirige ses élèves – lui demandant de voyager à travers le monde, et dans le processus de rencontrer des personnalités de renom musulmans du monde entier – spirituel et chef religieux, les universitaires, les dirigeants politiques, les dirigeants de la société, hommes d’affaires, des intellectuels musulmans et autres. Il s’agit d’un quasi-processus sans fin. Il enseigne aux étudiants à temps partiel et les étudiants à temps plein sur tous les braches de la connaissance islamique, la quasi non-stop.

Et entre ces pénibles et les activités sont diversifiées, il parvient à produire en moyenne deux livres par an. Ses livres, si nous prenons soin de lire sont sains, franche, pratique et méthodique approches à la compréhension islam en totalité et sa pureté à l’application de principes islamiques en vue de la formation d’idéal et de la nation islamique de la société s’appuie sur deux sources, et les Al Qur’an Et à la Tradition Prophétique.

Si nous suivons ses écrits, et sans préjudice de malveillance, nous en viendront à apprécier son simpliste encore dans la compréhension des méthodes pratiques et d’élaborer des méthodes visant à abolir le problème rencontré par Oummah islamique [communautaire] et de l’humanité dans son ensemble.

Surtout, le livre dépeint le sentiment, pense, la mentalité et la caractérisation de Ash Shaykh Al Ustadh Ashaari Ibn Muhammad et se sont manifestés dans les activités de ses étudiants vers la réalisation des résurgences islamique en Malaisie et dans le monde.

Tadi pagi ada pertanyaan mengenai film FITNA dari temanku yang akan melanjutkan studinya ke USA (United States of America) negerinya mbah Bush. Dia bingung kalau-kalau ditanya-tanya soal Islam oleh kawan-kawannya di sana kelak.

Buat temanku, saya rekomendasikan bacaan berikut: Salah pengertian mengenai JIHAD.

Selanjutnya, saya ingin sharing sebuah hadis yang telah diuraikan maksudnya oleh Abuya. Berikut penjelasannya, moga dapat menangkap poin-nya.

Orang mukmin itu berhadapan dengan 5 jenis kesusahan.

1. hasad dengki orang mukmin.

2. Nafsu yang ada dalam diri yang nak selewengkan dari Tuhan.

3. Syaitan yang nak menyesatkan kita.

4. Orang munafik yang benci dengan kita.

5. Musuh, orang kafir yang sentiasa cari peluang untuk memerangi kita

(Al Hadis)

Kita akan bahas mengenai 5 golongan seperti hadis di atas dan bagaimana cara menghadapinya.

1. Bagaimana menghadapi hasad dengki orang mukmin.

Kita tak dapat lepas dari hasad dengki orang mukmin. Orang yang tak senang dengan kejayaan, dengan kemampuan kita. Kita tak boleh hadapi dengan sembrono, kalau sembrono menghadapinya maka akan menimbulkan perpecahan lebih besar. Ada empat kategori dalam menghadapi orang hasad dengki.

a. Kejahatan dia kita balas dengan kejahatan

b. Tak buat apa-apa buat tak tahu

c. Jahat dibalas dengan baik

d. Doakan

Membalas kejahatan dengan kejahatan itu tidak boleh, termasuk dalam kategori dosa. Walaupun ia menyusahkan kita, kita tak boleh menyusahkan dia. Kalau kita menyusahkan dia seolah-oleh kita tidak yakin Tuhan dapat menyelesaikannya.

Tidak berbuat apa-apa dan buat-buat nggak tahu itu lebih baik, kita serahkan urusan ini kepada Allah.

Yang terbaik adalah kejahatan itu dibalas dengan kebaikan. Orang soleh duhulu, sahabat, tabiin, tabiut tabiin, kalau ada orang yang buat jahat pada dia, dia bagi hadiah, dia bagi duit, bagi bantuan dan berbagai macam kebaikan lainnya.

Karena susah untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, maka dia doakan. Doa tak keluar duit, tak guna harta, lebih mudah sedikit, walaupun ada tak senang juga, hati terasa sakit.

2. Nafsu kita.

Ini susah. Kalau orang lain yang menjadi musuh mudah untuk merasakannya. Tapi kalau nafsu kita yang merupakan bagian diri kita, susah untuk merasakannya. Kadang-kadang kita justru merasakan dia sebagai penasehat bukannya musuh. Padahal, Tuhan berfirman kalau sesungguhnya nafsu tu suuuuuaaaaangat mengajak kepada kejahatan. Kita tidak sadar hal ini. Sebab itu ilmu perlu ada ilmu yang halus dan seni. Kalau tidak, kita tidak sadar kalau nafsu memusuhi kita. Dia sangat tersirat. Sifat nafsu itu tamak bakhil, ego, pantang dicabar, tak mau terima nasehat, tak tahan susah. Bukan mudah untuk mengendalikan nafsu karena dia sangat mengajak buat jahat. Anehnya, kita tidak sadar kalau dia sedang ajak kita buat jahat. Kita rasa dia ajak kita buat baik.

Sebab itu kit aperlu ilmu yang halus dan memahami yang tersirat. Kita perlu pandai untuk mengesannya. Nak mengesan kejahatan nafsu susah sebab ia bagian dari diri kita. Kalau tak disuluh dengan ilmu yang halus tak nampak kejahatannya, tak nampak durhaka dengan Tuhan, supaya kita dapat tundukkan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau dapat berbuat seperti itu barulah kita selamat dari tipuan hawa nafsu. Kalau tidak, kita sangka dia menasehati kita

3. Setan yang nak merusakkan kita.

Setan tidak tak dapat pengaruhi orang kalau tidak ada jalannya. Jalan masuknya adalah nafsu. Kalau nafsu tak terkawal, tak terdidik, rakus, tamak, bakhil, pemarah, ego, itulah jalan setan. Setan perlu jalan untuk masuk. Kalau kita tidak menjaga nafsu kita, ia jadi jalan untuk setan. Nafsu lebih jahat dari setan. Kalau nafsu terdidik, jalan untuk setan tak ada. Ia tak dapat pengaruhi manusia. Setan seperti jenis jin, dia dapat masuk ke dalam manusia. Maka ia dapat kotak katikkan kita. Kalau tak ada jalan, setan usaha juga, ia berbisik dari luar. Dapat berdialog dengan hati dan akal kita.

4. Orang munafik.

Definis Munafik adalah melahirkan Islam tapi menyembunyikan kekufuran. Itu yang berlaku di zaman Rasulullah SAW. Cara ini kalau sedikit berlaku di akhir zaman ini yang terjadi adalah munafik bentuk lain.

Di zaman Rasulullah SAW orang munafik dia lahirkan suasana Islam,dia sembunyikan kekufuran. Rasulullah SAW tahu walau sahabat tak tahu. Orang munafik itu tahu tahu dia munafik, dia tak Islam. Masuk Islam itu hanya untuk menipu. Nah, munafik sekarang lebih berbahaya. Dia keturunan Islam, sembahyang, puasa, naik haji, tapi ada hal yang dia ragukan. Dia sebenarnya sudah kafir, tapi orang Islam anggap dia Islam, kadang-kadang jadi imam, jadi bilal, pemegang agama dan dia sendiri yakin dia Islam, tapi sebenarnya ada benda yang dia ragukan.

5. Orang kafir baik itu kristian yahudi budha hindu.

Mereka ni sudah cerdik-cerdik, sudah pandai-pandai. Ini zaman modern. Mereka tidak akan perangi orang Islam dengan senjata kecuali umat Islam itu tersilap. Kalau umat Islam kasar, mereka ada peluang untuk perangi (LIHAT AFGHANISTAN, IRAK, DLL). Kalau kita sanggah mereka orang ramai akan sanggah kita. Kalau kita perangi mereka ada peluang untuk perangi kita. Inilah yang dibuat pejuang-pejuang Islam yang pendek akalnya / bodoh. Akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk memerangi orang Islam. Kalau umat Islam tidak kasar, tentu susah bagi mereka untuk memerangi kita.

Lantas, bagaimana menghadapi golongan munafik dan kafir ini?

Caranya dengan memperjuangkan kebenaran, maka kebatilan akan lenyap. Kita berjuang melahirkan sistem. Bila lahir sistem nampak cantik. Ia sudah boleh mempengaruhi banyak orang.

Bila kita dapat lahirkan sistem, maka ada bandingan.

Contoh:

Berlaku militan di selatan thai & berlaku sistem kita yang membuat kemajuan. Hasilnya nampak jelas, militan diperangi, kita diterima. Kalau orang tidak paham, ia akan menilai kerajaan thai seperti anti Islam. Padahal tidak! Di australia, militan di tekan, kita di sana disokong pemerintah. Di indon militan diperang, kita diberi laluan, sebab perjuangan kita membawa kasih sayang. Contoh dah ada.

Semua ini perlu ada ilmu. Kalau tak, kita akan tersasar. Sikap kita akan membuatkan kita kecundang. Yang penting kita lahirkan alternatif, sebab sistem Tuhan itu kalau dilahirkan betul2, orang tak Islam-pun akan rasa senang, rasa indah, bahagia sebab fitrah manusia sama. Sekalipun bukan Islam, manusia suka kasih sayang, suka kebahagian. Kalau kita faham dan lahirkan sistem ini, maka orang kafir pun akan ikut.

Sambil sarapan pagi, terdengarlah infotainment yang sedang seru membahas kasus DPR vs SLANK.

Oh Tuhan…makin nggak karuan saja bangsa ini yang merupakan efek dari mantra sakti bernama DEMOKRASI. Kita lihat fakta yang ada:

  1. Dimana-mana pilkada rusuh.
  2. Janji-janji palsu dalam kampanye
  3. dst…(isi sendiri deh, kan dah jadi pengalaman bersama)

Mengenai demokrasi ini, Abuya menuliskan sebuah sajak:

Apalah yang hendak dibanggakan dengan sistem demokrasi

makin ke hujung semakin membawa kecelakaan

Hasil demokrasi tidak dapat melahirkan pemimpin yang adil dan jujur

kepada bangsa dan negara apatah lagi kepada agama

Tidak kira berlaku di negara mana dan oleh apa bangsa

Hasil demokrasi masyarakat berpecah-belah, negara porak-peranda,

ekonomi binasa

Ramai pemimpin yang menang secara kotor, paling tidak menjadi

tanda tanya bagi yang Berjaya

Undi boleh dibeli, rasuah boleh dibagi, untuk menang ada janji-janjinya

Musim pilihanraya seolah-olah mendapat ikan kena tuba atau durian runtuh

oleh setengah orang

Rakyat yang tidak bertanggungjawab, pemimpin yang kotor memberi

sogokan dan suap

Rakyat diperjudikan, rakyat dipermainkan, rakyat jadi buah catur oleh tangan-tangan yang khianat

Rakyat umum menunggu pembela dari satu pilihanraya (PEMILU) ke satu pilihanraya (PEMILU) namun tidak kunjung tiba

Harapan demi harapan namun tidak menjadi kenyataan

Di setengah negara kerana tidak puas hati hasil demokrasi rakyat demonstrasi

Kerana adanya politik wang, ada penipuan di dalam undian

Rakyat tidak puas hati, bercakap-cakap serata negara namun pemimpin

tidak terasa malu juga

Apa perlu malu yang penting aku sudah menang, aku sudah berjaya dan ada kuasa

Yang tidak ada duit tapi mahu berjaya mencerca dan mengata,

menfitnah dan menghina

Tuduh-menuduh satu sama lain, hilang kasih sayang,

hilang perpaduan di dalam Negara

Di dalam demokrasi terpaksalah ada kroni, ada klik-klik, ada team dan kem

Ada orang aku, ada orang dia, ada orang depa setengah musuh jadi lawan,

lawan jadi musuh

Kawan tidak setia mudah dapat kawan mudah hilang kawan

Penyakit demokrasi ini berlaku di dalam negara,

berlaku di dalam parti seolah-olah sudah jadi budaya

Di dalam demokrasi payah mencari kejujuran, payah mencari kawan setia,

payah kata dikota (dilaksanakan)

Di dalam demokrasi khianat-mengkhianati, jatuh-menjatuhkan perkara biasa

Bahkan di setengah negara bunuh-membunuh pun terjadi juga

Kemudian pemimpin-pemimpin demokrasi itulah juga yang berslogan: mari bersatu, mari maju, mari bekerjasama

Bila rakyat tidak bersatu, bertindak balas terang-terangan

atau senyap-senyap kerana Mereka menuduh-nuduh setengah rakyatnya, sebenarnya mereka lempar batu sembunyi tangan

Padahal rakyat rosak kerana mereka

Bukan rakyat buta mata, bukan rakyat bodoh semuanya

Tapi rakyat tidak mampu bertindak kerana mereka sudah dilemahkan

oleh pemimpin-pemimpin mereka yang buta hati yang celik mata

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah malampaui batas; maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut. (Thaha: 43-44)

Kalau dipikir-pikir dan dirasa-rasa serta direnungi dalam-dalam, kurang dzalim apa sih sebenarnya Firaun itu? Sepertinya, Firaun adalah sosok ideal seorang yang luar biasa dzalim. Namun, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, memerintahkan Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s untuk memberi nasehat dengan kata-kata yang lemah lembut.

Sekarang kita pikir-pikir, kita rasa-rasa, serta kita renungi dalam-dalam, sedzalim apakah ayah ibu kita, istri kita, anak kita, tetangga kita, walikota kita, gubernur kita, presiden kita. Jika kita rasakan mereka itu dzalim-pun tak akan melebihi dzalim-nya Firaun.

Lantas, mengapa kita tidak dapat berbicara lemah lembut kepada mereka?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.