Archive

Monthly Archives: September 2008

Katalah kita sedang tiduran di kasur dan diberi dua pilihan, mati beriman di kasur apa mati syahid di depan pintu?

Mengingat besarnya keutamaan mati syahid, mungkin kita akan memilih mati syahid di depan pintu. Tetapi, kalau diberi dua pilihan itu, Abuya akan memilih mati beriman di atas kasur. Mengapa? Karena Abuya merasa hidayah dapat ditarik dalam perjalanan menuju pintu.

 

Ada orang berkata: “Saya ingin mencari uang dan gaji besar, supaya mudah berkorban di jalan Allah”.

Logika yang cukup masuk akal dan cukup indah. Tetapi, coba kita lihat dalam pengalaman.

Berapa banyak orang yang apabila mendapat harta LANGSUNG dikorbankannya ke jalan Allah?

Mungkin kita dapat belajar dari kisah Tsa’labah. “Ya Rasulullah, tolong doakan saya menjadi kaya, supaya saya dapat mudah beribadah kepada Allah”.

Rasulullah hanya menjawab: “sabar”

Namun, tsa’labah tidak sabar. Setelah tiga kali memohon kepada Rasulullah, akhirnya RAsulullah pun mendoakan tsa’labah menjadi kaya.

Doa Rasulullah makbul, tsa’labah menjadi kaya. Setelah menjadi kaya, Tsa’labah bukannya menjadi semakin gigih beribadah dan berjuang bersama Rasulullah SAW, tetapi untuk membayar zakat pun enggan.

 

 

Di zaman dahulu, para pendakwah Islam yang telah mendengar Sabda Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit dari bumi sebelah TIMUR, terus bergegas mencari bumi TIMUR seperti yang dimaksud oleh sabda Baginda. Begitu sampai di bumi Nusantara ini, mereka mendapati masyarakatnya masih belum Islam. Karena itulah tidak mungkin kalau mereka diajak mengaji di masjid.

 

Untuk dapat menjalin hubungan dengan masyarakat, mereka pun pergi ke pasar untuk berniaga. Dengan berniaga mereka memiliki peluang untuk berinteraksi dengan lebih intens dengan masyarakat. Apabila ada yang susah mereka tolong. Dari situlah mulai terbuka peluang untuk memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang layak untuk di sembah. Melalui interaksi dalam perdagangan itulah mereka dapat memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Allah adalah Tuhan tempat manusia meminta. Memiliki Tuhan berarti memiliki segala-galanya. Konsep dakwah seperti inilah yang kembali diperkenalkan Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi.

 

Dalam bulan Ramadhan 1429H ini, Abuya memberikan assignment kepada anak-anaknya di Indonesia untuk membuat konter Ramadhan di mall-mall. Karena saya kebagian tugas di Kalibata Mall, berikut ini share foto-foto-nya:

Konter akan dipenuhi dengan pengunjung ketika diputar VCD mengembara ke Alam barzah yang diproduksi oleh Anak Soleh Production.

Tampak pengunjung yang khusyu menyaksikan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.