Napak Tilas Uhud, Ketaatan, dan Kebesaran Jiwa Seorang Bunda Ummu Jah
Di dalam kitab shahih Muslim, diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW tatkala melihat gunung Uhud, beliau SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kita juga mencintainya”.
Dalam kunjungan ke Madinah bulan Ramadhan 1432H silam, saya diajak expedisi ke Gunung Uhud oleh Syeikh Pak Nur. Syeikh Pak Nur menjadi driver sekaligus mutawwif bagi kami bertiga; saya, Ust. Saiful Doldiri Malaysia, dan Syeikh Fikri Abdul Wahid Perth Australia.
(Nissan Armada yang mengiringi ekspedisi, berkat Jamaah bisa naik mobil mewah ini di Haramain)
(Lokasi Gunung Uhud tempat Rasulullah saw terdesak ketika perang Uhud)
(penulis duduk di tempat Rasulullah saw terluka bersama Ust. Saiful Doldiri dan Syeikh Fikri Abdul Wahid)
Walaupun sekarang sudah bulan Dzulqaidah 1432H, saya menjadi teringat kembali ekspedisi Gunung Uhud ini dan ingin menuliskannya sebab mengenangkan penderitaan dan ujian berat yang dilalui oleh Bunda Ummu Jah (istri Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi al Hasyimi). Bunda Ummu Jah dihina-hina, dicaci-maki, diumpat-umpat bahkan sampai dilabel “Laknatullah”. Tetapi beliau sabar serta redha dengan ketentuan Allah ini. Bukan-kah semua perkara terjadi atas izin Allah? Kuatnya jiwa beliau menjadikan bantuan Allah datang mencurah-curah dan berbagai macam keajaiban berlaku di tangannya.
(Bunda Ummu Jah, ketua KLUB TAAT SUAMI dan Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi al Hasyimi)
Tentu sudah sampai kepada kita semua mengenai kisah peperangan Uhud. Di waktu itu ada sekumpulan pasukan pemanah yg diarahkan untuk tetap bertahan di jabal rummat apapun yg terjadi. Akan tetapi mereka tidak taat dan meninggalkan pos untuk ikut berebut harta ghanimah. Akibat ketidak taatan itu, Khalid bin Walid yg memimpin pasukan berkuda musuh (sebelum beliau masuk Islam) berhasil menyelinap masuk dan memukul pasukan kaum muslimin. Sampai Nabi patah gigi dan mundur sampai ke gua di lereng gunung uhud.
Ketidak-taatan segelintir orang yang menyusahkan pemimpin.
(Jabal Rumat, saksi bisu ketidak-taatan kepada Rasulullah saw)
Abuya adalah Putra Bani Tamim, tuan punya tsunami, sohibuzzaman, mujaddid, sulthonul auliya, guru mursyid. Abuya berkali-kali menandaskan kepada pengikutnya, kalau sekedar keyakinan abuya itu mursyid atau mujaddid, itu kurang kuat. Peganglah keyakinan Abuya itu Putra Bani Tamim baru kuat keyakinan itu. Setelah Abuya membuktikan dialah Satrio Piningit, dan abuya buka bahwa beliau adalah Al Hasyimi maka Abuya pun ghaib seperti sudah diberitakan oleh Nabi 1400 tahun yang lalu.
(buku Tsunami Membuktikan Abuya Putra Bani Tamim (Satrio Piningit) yang di-launcing beberapa saat sebelum Abuya ghaib)
Telah dikeluarkan oleh al Hafiz Abu Abdullah Nu’im bin Hamad dalam kitab “FITAN” dan juga sebagian ulama-ulama lain berkata bahwa: “Telah sampai kepadaku tentang Al Hasyimi adalah saudara Al Mahdi di sebelah ibunya (ada juga yang berkata dia adalah anak paman kepada Al Mahdi), sesunguhnya dia tidak MATI, (setelah heboh berita tentang kematiannya) tetapi setelah terjadinya peperangan yang amat dahsyat, dia Al Hasyimi akan keluar ke Mekah dan bila Imam Mahdi lahir dia akan keluar bersama Al Mahdi.”
Agar pentadbiran dan pengurusan jamaah tetap berjalan dan membesar, maka Abuya sudah siapkan selama 30 tahun seorang yang akan menjadi juru bicara, juru tulis, perantara atau wasilah yang akan menyampaikan semua arahan Abuya kepada seluruh pengikutnya. Tugas berat ini dipikul oleh Bunda Ummu Jah.
Selama zaman Arqam, Abuya bagi seluruh ilmunya kepada Bunda Ummu Jah. Bunda Ummu Jah menyusun hampir seluruh buku Abuya.
Selama era Rufaqa, Bunda Ummu Jah membuktikan ilmu yang Abuya bagi dengan modal tawasul: ”Abuya tolong”. Bangunlah bandar-bandar Islam ditangannya.
Selama era Global Ikhwan (sebelum ghaib-nya Abuya), Bunda Ummu Jah menjadi juru bicara Abuya karena beliau-lah satu-satunya orang yang paham maksud percakapan Abuya. Tidak ada seorangpun dalam jamaah Abuya yang memahami percakapan Abuya kecuali beliau.
Setelah Abuya ghaib, beliau meneruskan perannya menjadi juru bicara, juru tulis dan wasilah kepada Rasulullah, Sayidi dan Abuya yang memimpin dari sebalik tabir untuk menjadi tipu daya kepada Yahudi.
Setelah Abuya ghaib, Bunda Ummu Jah selalu yaqazah dengan Rasulullah saw, Sayidi Syeikh Muhammad bin Abdullah al Imamul Mahdi dan Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi al Hasyimi. Bunda Ummu Jah pun diarahkan untuk pergi ke bumi Haramain. Adalah segelintir mantan pengikut Abuya, karena tidak dapat menerima Bunda Ummu Jah menjadi wasilah dan juru bicara kepada Abuya maka mereka menentang habis-habisan. Berbagai hinaan dan serangan diluncurkan untuk menghancurkan Bunda Ummu Jah. Sungguh, ketidak taatan kepada Abuya yang merepotkan.
Sebelum membuka Haramain, beliau membuka gerbang Haramain yaitu Jordan. Di tangan beliau, wujudlah GISB Jordan di Jerash. Sebelum musim Haji 1431 H, beliau berhasil masuk ke Haramain.
(Cafe Ikhwan Jerash Jordan yang dibuka oleh Bunda Ummu Jah)
(Homestay Ikhwan Jerash Jordan)
Singkat cerita, setelah 40 tahun perjuangan Abuya, di masa ghaibnya itulah Abuya berhasil bertapak di bumi Haramain. Sesuatu pencapaian yang luar biasa. Sungguh perkara yang tidak masuk akal bila hal ini berlaku di tangan seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Tidak..tidak…suaminya, yaitu Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi, belum mati. Abuya masih hidup dan ghaib pada tanggal 13 Mei 2010. Berikut ini adalah foto-foto 1001 keajaiban yang dicipta oleh Bunda Ummu Jah yang menjadi bukti bahwa Abuya belum mati tetapi masih hidup dan terus memimpin untuk membuktikan janjinya dalam buku “Tsunami Membuktikan Abuya Putra Bani Tamim” yaitu Abuya akan membali dan memimpin daulah di Malaysia dan Indonesia.
(Bunda Ummu Jah sembahyang menjadi makmum di Resort Padang Pasir Global Ikhwan, bukti bahwa Bunda Ummu Jah bukan pemimpin jamaah)
(Jalan masuk ke Resort Padang Pasir Global Ikhwan)
(Unta-unta di resort RSA Global Ikhwan Makah)
(Global Ikhwan membuka mini market di Makah)
Kapan-kah Abuya akan dapat dilihat semua bersama Imam Mahdi? Kapan-kah Abuya dan Imam Mahdi akan kembali dan memimpin daulah Islamiah?
Kita tunggu saja masanya. Tidak akan lama lagi.

luar biasa ustad, lanjutkan perjuangan Allahu Akabar…..
Bukti apa lagi yang perlu Tuhan datangkan???
Semoga Allah terus merezkikan kita semua hidayah dan taufik….