Berita kematian, Milad Abuya, dan Musim Haji
Qaddafy, orang yang telah mengkudeta Sayid Idris itu telah tiada. Ingatan saya langsung flashback kepada Syeikh Tarekat Sanusiah itu. Hati saya menjadi semakin miris apabila sudah berhari-hari setelah kematiannya, pengkudeta Sayid Idris itu masih belum juga dimakamkan. Jenazahnya sudah mulai membusuk. Allah….
(Wajah sejuk Syeikh Tarikat Sanusiah yang digulingkan Qadhafy, Alfatihah)
Setelah Qaddafy, berita kematian putra Mahkota Arab Saudi pun menghiasi pemberitaan di portal-portal berita. Boneka Amerika dan Israel bertumbangan satu-demi satu menjelang musim Haji 1432H.
(Sultan bin Abdul Azis, putra Mahkota Saudi yang menjabat sebagai menteri pertahanan selama 50 tahun)
Berita kematian lain yang cukup mendapat tempat dalam pemberitaan adalah berita kematian beramai-ramai di Turki karena gempa 7,2SR yang mengguncang distrik Van. Al Fatihah buat arwah korban gempa Turki, moga mati tertimbun dapat menghapuskan dosa-dosa korban atau meningkatkan derajat sisi Allah bila menimpa orang yang tiada dosa.
(apartemen yang runtuh akibat gempa dasyat di Turki)
Dari Sirkuit Sepang Malaysia, berita kematian pembalap Simoncelli turut memberi pelajaran bahwa mati bisa dalam kondisi apa saja.
(Simoncelli meninggal kecelakaan di hadapan jutaan penonton)
Berita terakhir dari Global Ikhwan, seorang remaja juga meninggal setelah mengalami accident. Liputan serta pengajarannya dapat kita simak di blog Syeikh Harun Taat: http://anjangmuor.wordpress.com/2011/10/24/ujai-dalam-kenangan/
ya…mereka semua sudah pun meninggal. Berpindah alam dari alam dunia menuju alam barzakh.
Tapi, sempena menjelang milad Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi al Hasyimi, kita perlu mengenang-ngenang bahwa ada banyak orang yang sudah dinyatakan mati tetapi sebetulnya mereka masih hidup alias belum mati sampai ke detik ini.
Nabi Isa, Muhammad bin Abdullah as Suhaimi al Imamul Mahdi, dan Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi al Hasyimi adalah 3 nama manusia yang belum mati hingga ke hari ini.
(Foto Sayidi Syeikh Muhammad bin Abdullah as Suhaimi Al Imamul Mahdi, biografinya bisa dibaca di: http://kawansejati.ee.itb.ac.id/sejarah-hidup-syeikh-muhammad-as-suhaimi )
(Biografi Abuya: http://kawansejati.ee.itb.ac.id/abuya-ashaari-muhammad-pemimpin-paling-ajaib-di-zamannya )
Nah, mari kita simak lagi kitab ‘Uqdudrar fi Akhbari Muntazar’ yang ditulis oleh Syeikh Yusuf bin Yahya bin Ali b Abdul Aziz AlMaqdisi AsSayafie, yaitu ulama kurun ke 7, pada bab ke 5 yang berjudul ‘Sesungguhnya Allah akan mengirim seseorang yang mempersiapkan tapak sebelum pemerintahan Imam Mahdi ‘ tertulis sebagai berikut:
Telah dikeluarkan oleh alHafiz Abu Abdullah Nu’im bin Hamad dalam kitab “FITAN” dan juga sebagian ulama-ulama lain berkata bahwa: “Telah sampai kepadaku tentang Al Hasyimi adalah saudara Al Mahdi di sebelah ibunya (ada juga yang berkata dia adalah anak paman kepada AlMahdi), sesunguhnya dia tidak MATI, (setelah heboh berita tentang kematiannya) tetapi setelah terjadinya peperangan yang amat dahsyat, dia Al Hasyimi akan keluar ke Mekah dan bila Imam Mahdi lahir dia akan keluar bersama Al Mahdi.”
“Akan keluar seorang lelaki dari Ahlul Bait dari Timur, dia akan memikul pedang selama 18 bulan, dan dia tidak akan mati sehingga dia sampai ke Baitulmaqdis.”
“Bagi pemilik mandat ini (Imam Mahdi) berlaku padanya dua kali ghaib, salah satunya sangat panjang hingga sebagian mereka berkata beliau telah terbunuh dan sebagian yang lain berkata beliau telah pergi entah kemana. Tiada siapapun yang mengetahui kedudukan sebenarnya walaupun di kalangan anggota keluarga atau selainnya, melainkan seorang Maula (Arab yang sudah bercampur ajam) yang mengambil alih urusannya.”
“Mereka diketuai oleh seorang lelaki yang bergelar sebagai Syuaib Bin Soleh dari keturunan Bani Tamim, mereka ini akan mengalahkan Sufyani sehingga tiba di Baitulmaqdis. Dia (Putera Bani Tamim) akan menyerahkan pemerintahannya kepada Imam Mahdi dan menyerahkan kepadanya 300 orang dari Syam. Tempoh diantara keluarnya dan dia menyerahkan pemerintahan kepada Imam Mahdi adalah 72 bulan.”

Selamat Hari Milad Abuya……….Allahu Akbar.
Dunia menuju Islam…
Ya abuya ,,aku yakin engkau pasti masih mendengar dan melihat bahwa hari Miladmu dibatam masih di rayakan jua , sebab dibatampun engkau masih ada di hati kami semua…..SELAMAT MILAD YA ABUYA , KAMI MENUNGGU PERJUMPAAN DENGANMU.
<3