Paku di Jalanan, Paku di Betis dan Paku di Hati
Saya membaca di portal berita Kompas dua berita menarik:
Paku sebenarnya adalah barang yang berguna. Manfaatnya banyak. Tetapi bila disalahgunakan jadi barang yang berbahaya. Menebar paku di jalan raya jelas mengganggu orang yang melintas jalan tersebut. Bila kita yang menjadi korban tersiksa rasanya.
(paku yang ditebar di jalanan Jakarta)
Itu penyalahgunaan paku menggunakan tenaga lahiriah. Paku ditebar di jalan. Ada pula jenis penyalahgunaan paku yang lain yaitu di masukkan ke dalam tubuh manusia. Proses memasukkan paku ke dalam tubuh biasa kita kenal dengan istilah ilmu santet. Ini adalah varian ilmu sihir. Memindahkan benda fisik dari luar tubuh ke tubuh manusia. Efek dari adanya benda seperti paku dalam tubuh tentu bisa membahayakan.
(foto X-ray paku yang dimasukkan ke dalam betis)
(paku yang berhasil dikeluarkan melalui operasi medis)
Nah, dari ke dua gangguan paku tersebut yaitu paku di tebar di jalanan dan paku dimasukkan ke badan menggunakan sihir ada jenis paku lain yang sangat membahayakan manusia, yaitu paku mazmumah dalam hati dan jiwa manusia. Paku yang bila tidak dicabut dari dalam hati manusia bisa membawa ke neraka.
Paku sombong bila menancap dalam hati akan membuat seorang manusia susah menerima kebenaran. Seperti setan yang karena sombong maka dia menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam.
Paku hasad dengki bila menancap dalam hati akan membuat manusia senantiasa gelisah. Dia tidak suka bila orang lain mendapat nikmat.
Paku cinta dunia pun tak kurang berbahaya-nya. Ia adalah ibu segala kejahatan.
Maka berhati-hatilah akan paku-paku mazmumah yang menancap dalam hati kita. Marilah kita datang kepada guru mursyid agar dia menolong kita mencabut paku-paku mazmumah dalam diri kita.
