Orang pergi Haji itu kan untuk memenuhi panggilan Allah. Mengunjungi Baitullah untuk mendapatkan Allah 100%. Juga untuk berziarah ke makam Nabi Saw di Madinah untuk mendapatkan Rasulullah saw 100%.
Bila seorang manusia sudah mendapatkan Allah dan Rasulullah 100% di hatinya maka dunia tidak akan dapat menipu daya lagi. Seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah dan Rasul.
Pulang dari Haji, oleh-oleh yang dibawa adalah Allah dan Rasul. Allah dan Rasul dibagi-bagikan kepada masyarakat di kampung halamannya.
Akan tetapi, Haji di akhir zaman ini sudah berubah menjadi ajang melancong dan belanja. Membawa oleh-oleh berupa makanan dan berbagai jenis barang itu yang menjadi tumpuan. Sampai-sampai kuota 32kg yang diberikan tak lagi mencukupi. Akhirnya, terjadilah pemubaziran karena barang belanjaan harus ditinggalkan.
(barang bawaan yang harus ditinggalkan di Jeddah, lihat: link)
Semoga tahun depan tiada lagi kejadian ini. Semoga tahun depan bukan hanya jasad yang pergi haji, tetapi ruh pun turut pergi bersama jasad untuk berhaji. Semoga oleh-oleh yang dibawa adalah Allah dan Rasul sehingga dunia tiada lagi dapat menipu daya.

