Lawak, Hiburan Palsu di Akhir Zaman

Semua orang perlu hiburan. Hiburan adalah makanan jiwa. Tanpa hiburan jiwa manusia akan kering kerontang. Hanya saja, di akhir zaman ini banyak orang yang salah dalam memilih hiburan.

Orang memilih hiburan yang sejatinya bukan hiburan untuk berhibur. Itu karena umat akhir zaman ini sudah jahil dengan panduan dari Tuhannya. Hiburan palsu yang dikira sebagai hiburan itu bukannya menjadi makanan jiwa tetapi justru menjadi racun yang merusakkan kehidupan dunia dan akhirat.

Orang akhir zaman menganggap lawak adalah hiburan. Tertawa terbahak-bahak adalah hiburan. Padahal itu akan mematikan jiwa. Jiwa menjadi lalai dengan Tuhan. Lupa dengan kematian. Lupa dengan Akhirat. Akhirnya Tuhan dilupakan karena asyik tertawa dan bagaimana membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal.

Hiburan sejati itu adalah menggembirakan orang bukannya membuatnya tertawa terbahak-bahak. Apalagi lelucon atau lawakannya dibumbui dengan perkara-perkara yang tidak elok alias porno.

Bagaimana mengembirakan orang?

-Saling memberi hadiah, inilah hiburan sejati. Semua orang suka mendapat hadiah. Kasih saying akan terjalin makin erat.

– Orang yang buntu pemikirannya diberi nasehat. Itulah hiburan sejati.

– Memberikan senyuman dan muka yang ceria. Ini juga hiburan sejati.

– Ingat dengan Tuhan, kebaikan Tuhan, kasih sayang Tuhan. Ini juga hiburan yang sangat menghibur bagi jiwa manusia. JIwa akan menjadi tenang.

Itulah hiburan sejati. Sayang, umat di akhir zaman sudah jahil dengan hiburan sejati ini dan memilih hiburan yang palsu.

This entry was posted in Makhfud Opinion. Bookmark the permalink.

8 Responses to Lawak, Hiburan Palsu di Akhir Zaman

  1. pram says:

    Hiburan???
    Kl misal cm do nothing aja gimana, bener2 menikmati keheningan untuk killed d time,
    apakah tmasuk hiburan, trus kl mhibur diri?
    Mmg kadang suatu komunitas harus disentuh dengan topik yg lg in coz mereka kan dari berbagai unsur, background pendidikan, sosial, dan agama…dan tentu saja pastilah market oriented, dan pengembangan citra popularitas ..apalagi di dunia entertaint…yach begitulah dunia ini..sometimes merasa tersesat dlm keramaian, takut bertanya pada orang2 karena takut disesatkan lebih jauh lagi…
    bagaimana kita menjalankan peran di panggung sandiwara…dimana salah satu stage itu bertajuk “lawak”…hmm still find it by myself

  2. Makhfud says:

    Do nothing ya…
    Ada sabda Rasulullah saw yang maksudnya: “berkatalah baik atau diam”. Jadi kalo nggak bisa ngomong baik maka lebih baik diam. Diam yang lebih baik itu yang bagaimana?

    *Diam yang mengingati Allah, ingat mati, ingat akhirat bukannya nginget-inget Brad Pitt bagi wanita ato inget Tamara bagi lelaki.
    *diam memikirkan kebaikan apalagi yang mau dibuat.
    *diam mengingat2 ilmu

    Nah…itulah diam yang menghibur. diam yang membuat hati tenang.

  3. zidaburika says:

    Diam layaknya laut dalam, namun menyimpan segudang keindahan yang juga menghibur hati saat memandangnya… 🙂

  4. heliconia says:

    gimana dengan lawaknya abu nawas di zaman Khalifah Harun Ar Rasyid?

    siapa yg diam ingat Tamara ?!?

    lawak je..

  5. heliconia says:

    sepintas lalu saya melihat avatar nya blogmaster pada pertama kali, semasa di blog saya, juga setelah berkali2 meliahtnya di sini..saya teringat terus pada spiderman.

    ini bukan lawak. ini yg benarnya..iya, mata bukankah menipu?

    itu buah anggur ya?

    :))

    maaf zahir batin..mungkin saya patut diam gitu..

  6. aboutmiracle says:

    ye…betul tu, mirip2 kepala sapidarman pakai topeng merah, kan?🙂

  7. Makhfud says:

    Itu buah kopi yang saya ambil gambarnya di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Cibinong dengan latar belakang danau buatan, waktu ziarah kawan yang jadi researcer kat situ.

    Abunawas? Dari sumber-sumber yang saya baca, nampaknya beliau itu adalah wali Allah yang memiliki karamah. KAlau sumber-sumber itu betul, tentulah jauh beda dengan lawakannya Tukul atau extravaganza yang lagi trend di Indonesia saat ini.

    Yah macam lawakannya Rasulullah saw ketika berkata kepada seorang nenek tua, “di surga tidak ada nenek tua”, si nenek langsung menangis. Lantas Rasul saw menjelaskan bahwa di surga nanti nenek-nenek akan jadi gadis lagi. Si nenek pun tersenyum.

    Itulah canda yang menginsyafkan, bukan macam lawak di akhir zaman ini yang mematikan hati dan akal🙂

  8. heliconia says:

    Iya, pernah dengar cerita RSAW bergurau,

    ” mana si fulan yg matanya ada putih2nya itu?”

    Saya kadang2 mikir..”

    jawab saya..

    “Ya Rasulullah, maksudnya fulan itu yang matanya ada hitam2nya juga”

    🙂 indahnya…fantasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s