Politik Demokrasi, Jahiliah Akhir Zaman

Mumpung baru hangat-hangatnya PILKADA (Pemilihan Kepala daerah) secara langsung di Ibukota Republik Indonesia, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di hati saya.

1. Mampukah PILKADA berlangsung dengan aman damai harmoni, wujud kasih sayang?

2. Mengapa calon yang maju dalam pemilihan untuk diundi oleh masyarakat Jakarta menunjuk-nunjuk dirinya mampu menjadi pemimpin?

3. Mengapa calon pemimpin begitu berhasrat jadi pemimpin hingga sanggup berkampanye menunjuk-nunjuk kelebihan diri?

4. Adakah selama masa kampanye tidak diwarnai dengan saling menjatuhkan dan merendahkan serta melecehkan pihak lawan?

5. Mengapa satu suara orang yang bertaqwa di jakarta akan kalah dengan 2 suara preman (penjahat)?

Saya akan coba bicara fakta empirik di lapangan seputar pertanyaan saya di atas.

1. aman damai harmoni dan wujud kasih sayang? Mana mungkin? Bagaimana mungkin dua kelompok yang saling mengunggulkan diri dan saling menjatuhkan serta saling mengejek bisa mewujudkan kasih sayang? Akal sehat kita menolak, hati kita pun menolak.

2 dan 3. Ini sudah tidak ikut sunah Rasul saw. Rasul saw melarang Sahabat-sahabatnya minta amanah kepemimpinan.

4. Fakta membuktikan bahwa tidak ada pilihan umum ataupun PILKADA tanpa cemoohan, fitnah, tuduh menuduh, jelek menjelekkan.

5. Karena satu suara orang yang bertaqwa pasti akan kalah dengan 2 suara preman (penjahat/narapidana)maka pejuang kebenaran tidak akan pernah menang dengan kebatilan jika memakai system politik demokrasi. Inilah jahilah akhir zaman.

please refer to: http://aboutmiracle.wordpress.com/god-script/

This entry was posted in Makhfud Opinion and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Politik Demokrasi, Jahiliah Akhir Zaman

  1. aboutmiracle says:

    mas Makhfud, jangankan ngomong soal Politik, levelnya udah negara lagi. Lha wong yang kecil2 aja masih jahiliyah juga kok. Jahiliyah = tahu adanya Tuhan tapi tidak mau ikut aturan dari Tuhan, yang lahir maupun yang batin.Inilah sebodoh2 manusia. Dulu jaman sebelum sayidina Muhammad dilantik menjadi Rasul, orang2 Arab badwi kalau ditanya ” siapa yang menciptakan langit dan bumi?” maka mereka jawab “Allah”.

    Jahiliyah yang lain misalnya, Tuhan suruh kita sabar, kita ngga sabar. Tuhan suruh kita berkasih sayang, kita main tempeleng temen.Tuhan suruh kita shalat di awal waktu, kita main seenaknya saja. Tuhan suruh kita shalat khusuk, kita ngelamun kemana2.Tuhan suruh kita takut dan cinta padaNya, kita malah cinta dunia. Tuhan suruh kita bersatu, kita malah berpecah belah. Tuhan suruh kita pemurah, kita malah pelitnya “ngadubilah”. Tuhan suruh kita menjaga kebersihan, kitanya jorok, dan lain lain deh…

    Padahal kalau kita ditanya siapa yang menciptakan langit dan bumi? kita jawab “Allah”

  2. Makhfud says:

    🙂 mumpung lagi hangat-hangatnya perseteruan Adang Darajatun vs Fauzi Bowo di Ibukota Negara he..he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s