Di Akhir Zaman, Tenang dan Bahagia Susah Didapat

pic_0131.jpg

Makhfud,

Untuk mendapat kesenangan mudah tetapi untuk mendapat ketenangan amat payah. Mendapatkan harta atau kekayaan mudah saja, tetapi untuk mendapatkan kebahagiaan sangat susah. Untuk kemudahan hidup tidaklah terlalu payah, tetapi untuk mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan,

jauh sekali dari apa yang diharapkan.

Makhfud,

Kesenangan adalah perkara luaran, tidak mesti orang yang senang itu tenang dalam hidupnya. Kemudahan hidup juga perkara lahiriah, orang yang mempunyai banyak fasilitas tidak mesti bahagia.

Makhfud,

Tenang dan bahagia adalah perkara dalaman. Tenang dan bahagia adalah sifat hati atau jiwa. Tenang dan bahagia tidak mungkin didapat dari harta, pangkat, nama dan glamour. Kamu lihat sendiri kan, bahkan orang yang berharta, berpangkat, ada nama dan glamour, selalu saja sakit jiwa. Hidup gelisah, resah dan keluh-kesah, efek sampingnya dia selalu marah-marah.

Makhfud,

Tenang dan bahagia itu adalah cinta kepada Zat yang Maha Agung, Tuhan pencipta manusia, yang mempunyai segala-galanya. Siapa yang dapat mencintai-Nya tidak ada kecewanya. Mencintai-Nya tidak menjemukan. Mencintai dunia dan nikmatnya sudah tidak ada artinya karena Tuhan itu adalah segala-galanya. Mendapatkan Tuhan artinya mendapatkan segala-galanya.

This entry was posted in Nasehat. Bookmark the permalink.

3 Responses to Di Akhir Zaman, Tenang dan Bahagia Susah Didapat

  1. Fakhrurrozy says:

    Assalamu’alaikum mas makhfud,

    Benar mas,
    Salah seorang ulama terdahulu bahkan pernah berkata bahwa kenikmatan terbesar di dunia adalah mencintai Allah SWT. Sungguh nikmat ketika mampu mencintai Allah hingga akhirnya Allah cinta kepada kita.

  2. Makhfud says:

    Ketika Allah cinta kepada hambaNya, maka ujian yang berat-berat akan Allah timpakan kepadanya. Nabi-nabi dan Rasul-Rasul adalah manusia yang sangat mencintai Allah dan Allah pun cinta kepada mereka. Karena itu ujian kepada mereka sangat berat.

    Selanjutnya Allah bagi ujian mengikut kadar keimanan dan ketaqwaan seseorang. Mungkin kalau mas Een membaca biografi Abuya akan tergambar ujian yang berat-berat yang Allah timpakan kepada kekasih-Nya di zaman ini.

    “apakah kamu akan mengaku beriman sedangkan belum datang ujian kepadamu?”

  3. hebiryu says:

    wah sipp neh blognya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s