Cemas Menanti Kematian

Syeikh Mohd Abu Bakar, BOD Rufaqa Int’l dan juga menantu Abuya, telah sampai kepada ujung perjuangan yakni kematian. Al Fatihah.

Kita pun pasti menyusul. Karena kematian itu pasti. Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, mujaddid kurun ini, Al Fata At Tamimi, wakil Rasulullah saw di akhir zaman telah pun memberikan satu panduan dalam menanti kematian.

Berikut adalah luahan hati Abuya dalam menanti kematian:

Aku penuh debar dan sungguh cemas menunggu hari kematian. Karena dia datang tanpa kuketahui. Aku takut di waktu ketibaan kematian, aku tidak tahu, di dalam taat atau di dalam kedurhakaan. Di dalam aku mengingati-Nya atau di dalam kelalaian. Di waktu taat, husnul khatimah. Jika di waktu durhaka, su’ul khatimah.

Aduh, cemas aku setiap waktu bila mengingati mati. Karena aku tidak tahu nasibku, husnul khatimah atau su’ul khatimah. Hatiku resah selalu, jiwaku terganggu tapi orang tidak tahu.

Aduh, mati adalah penutup segala-galanya. Apa yang dikerjakan dan yang dirasakan oleh hati, itulah yang dibawa ke Akhirat. Di sana segala-galanya dinilai. Jika tersilap, di sana tidak boleh hendak dibetulkan lagi.

Tuhan!

Hatiku sungguh cemas. Aku harap matikanlah aku di waktu aku mentaati-Mu atau di waktu mengingati-Mu. Kalau berlaku sebaliknya, karena kelemahanku. Karena aku ini hamba-Mu, yang tidak dapat mengelak dari kelemahan ini, maka dengan rahmat-Mu Tuhan, ampunkanlah dosa-dosaku di waktu ini. Bila dosaku Engkau ampunkan, aku macam tidak membuat dosa maka ringanlah bebanku di waktu ke sana.

Itulah harapanku pada-Mu Tuhan, di waktu detik kematianku. Engkau sajalah yang boleh menyelamatkanku.

This entry was posted in Doa. Bookmark the permalink.

3 Responses to Cemas Menanti Kematian

  1. heliconia says:

    Al Fatihah..

    di suatu hari, kita akan bangkit dari tidur, dan kita akan mati pada hari itu, samada di paginya, di siangnya, di sorenya atau di malamnya..

    Ya Allah, Matikan kami dalam husnul khatimah..

    Amiin..

  2. zidaburika says:

    Ya Allah,

    Kami bermohon kepada Engkau akhir hidup yang baik, dan kami berlindung kepada Engkau dari pada akhir hidup yang buruk…

  3. heliconia says:

    Mati adalah sebesar2 penringatan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s