Bila Aku Melihat Lautan

kkna-solar.jpg 

Hampir dua minggu diriku menjelajahi anjungan-anjungan minyak di lepas pantai laut jawa. Perjalananku berkenaan dengan adanya proyek pengaktifan kembali beberapa sumur-sumur minyak. Fasilitas di sumur-sumur yang kukunjungi itu hampir habis di curi oleh para perompak alias maling. Duh kasihan maling-maling itu sudahlah mereka mencuri itu resikonya besar (ombak lautan, sumur yang blow up, dll) di akhirat kelak kalau tidak bertaubat akan masuk neraka😦

Ini hasil kerja gerombolan maling itu:

dscn2481.jpg

(well head panel yang habis dicuri)

Saya berdoa, moga-moga bapak-bapak maling itu mendapat hidayah dari Tuhan. Kasihan anak istri mereka yang mendapat nafkah dari harta yang tidak halal.

Mursyidku, Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, ketika melihat lautan hatinya berkata seperti ini:

Bila aku lihat lautan

Saujana mata memandang

Luas tidak nampak tepi

Ombak melambung dan menggulung,bergelora tidak berhenti-hentinya

Menghempas dan memulas

Bunyinya mengerikan dan menakutkan

Dalamnya menggerunkan

Gelap-gelita, melemaskan 

Hatiku membisikkan:

Kalau Neraka itu seperti ini

Julangan apinya macam ombak yang melambung, membumbung

Bunyi apinya macam bunyi angin yang memukul ombak

Ombak yang sentiasa bergerak tidak henti-hentinya

Kalau ia api Neraka membaham penghuni-penghuninya

Tanpa hentinyaItu pun sudah cukup menyeksakan

Aku tidak mampu menanggungnya

Betapalah api Neraka Tuhan

Entah berapa kali ganda dahsyatnya

Lebih lagilah aku tidak mampu menerima azabnya

This entry was posted in Nasehat, Perjalanan. Bookmark the permalink.

One Response to Bila Aku Melihat Lautan

  1. Dono says:

    Ass.wr.wb,pak Makhfud,
    Sebenarnya dosa yg paling besar adalah mereka yg menyebabkan kejadian perampokan ini.
    InsyaAllah apabila diterapkan keadilan hak manusia, tentu kejadian ini mustahil terjadi.
    Pengadilan Allah S.W.T sangat berbeda dengan pengadilan manusia.
    Manusia mengadili apa yg mereka lihat dan ketahui, tetapi Allah S.W.T mengetahui apa yg tersembunyi di dalam dada. Ini tidak terjangkau oleh manusia.

    Wassala,Dono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s