DUH….Sistem Demokrasi

Sambil sarapan pagi, terdengarlah infotainment yang sedang seru membahas kasus DPR vs SLANK.

Oh Tuhan…makin nggak karuan saja bangsa ini yang merupakan efek dari mantra sakti bernama DEMOKRASI. Kita lihat fakta yang ada:

  1. Dimana-mana pilkada rusuh.
  2. Janji-janji palsu dalam kampanye
  3. dst…(isi sendiri deh, kan dah jadi pengalaman bersama)

Mengenai demokrasi ini, Abuya menuliskan sebuah sajak:

Apalah yang hendak dibanggakan dengan sistem demokrasi

makin ke hujung semakin membawa kecelakaan

Hasil demokrasi tidak dapat melahirkan pemimpin yang adil dan jujur

kepada bangsa dan negara apatah lagi kepada agama

Tidak kira berlaku di negara mana dan oleh apa bangsa

Hasil demokrasi masyarakat berpecah-belah, negara porak-peranda,

ekonomi binasa

Ramai pemimpin yang menang secara kotor, paling tidak menjadi

tanda tanya bagi yang Berjaya

Undi boleh dibeli, rasuah boleh dibagi, untuk menang ada janji-janjinya

Musim pilihanraya seolah-olah mendapat ikan kena tuba atau durian runtuh

oleh setengah orang

Rakyat yang tidak bertanggungjawab, pemimpin yang kotor memberi

sogokan dan suap

Rakyat diperjudikan, rakyat dipermainkan, rakyat jadi buah catur oleh tangan-tangan yang khianat

Rakyat umum menunggu pembela dari satu pilihanraya (PEMILU) ke satu pilihanraya (PEMILU) namun tidak kunjung tiba

Harapan demi harapan namun tidak menjadi kenyataan

Di setengah negara kerana tidak puas hati hasil demokrasi rakyat demonstrasi

Kerana adanya politik wang, ada penipuan di dalam undian

Rakyat tidak puas hati, bercakap-cakap serata negara namun pemimpin

tidak terasa malu juga

Apa perlu malu yang penting aku sudah menang, aku sudah berjaya dan ada kuasa

Yang tidak ada duit tapi mahu berjaya mencerca dan mengata,

menfitnah dan menghina

Tuduh-menuduh satu sama lain, hilang kasih sayang,

hilang perpaduan di dalam Negara

Di dalam demokrasi terpaksalah ada kroni, ada klik-klik, ada team dan kem

Ada orang aku, ada orang dia, ada orang depa setengah musuh jadi lawan,

lawan jadi musuh

Kawan tidak setia mudah dapat kawan mudah hilang kawan

Penyakit demokrasi ini berlaku di dalam negara,

berlaku di dalam parti seolah-olah sudah jadi budaya

Di dalam demokrasi payah mencari kejujuran, payah mencari kawan setia,

payah kata dikota (dilaksanakan)

Di dalam demokrasi khianat-mengkhianati, jatuh-menjatuhkan perkara biasa

Bahkan di setengah negara bunuh-membunuh pun terjadi juga

Kemudian pemimpin-pemimpin demokrasi itulah juga yang berslogan: mari bersatu, mari maju, mari bekerjasama

Bila rakyat tidak bersatu, bertindak balas terang-terangan

atau senyap-senyap kerana Mereka menuduh-nuduh setengah rakyatnya, sebenarnya mereka lempar batu sembunyi tangan

Padahal rakyat rosak kerana mereka

Bukan rakyat buta mata, bukan rakyat bodoh semuanya

Tapi rakyat tidak mampu bertindak kerana mereka sudah dilemahkan

oleh pemimpin-pemimpin mereka yang buta hati yang celik mata

This entry was posted in Akhlak, Nasehat, Peristiwa Akhir Zaman, Perjuangan, Tauhid and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to DUH….Sistem Demokrasi

  1. 2am says:

    ihh..makin kisruh deh indonesia kita tercinta ini. mesti ada sistem baru nih. sistem yang bener2 brdasarkan Tuhan..
    hmm..kalo mas makfud bilang ngeliat kisruhnya DPR yang panas karena nyanyiannya slank, eh “agak siangnya” kita ngeliat beneran, wakil rakyat yang anggota DPR itu ada yang ketangkep tangan lagi nerima duit…
    masyaAllah..
    wakil rakyat..padahal, mereka..sebenarnya yang diharapkan oleh rakyat..tapi kalau dah begitu, bagaimana lagi rakyat mau jatuh hati..yang ada malah patah hati😦
    pilkada dimana2, masa belum mulai tu pilkada, dah ditemukan beberapa kecurangan dan penyelewengan..hhh..rasanya dah muakkkss banget dengan keadaaan perpolitikan yang ruwet dan sumpeg ini.. tolong kami,Tuhan..😦

  2. teguh says:

    demokrasi ya? dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Begitu sih konsep umumnya, sepertinya mulia, tapi ternyata itu nggak gampang. Namanya juga manusia, pasti bisa mencari-cari celah untuk menusuk orang lain demi diri sendiri. Akan diganti sistem apapun, karena yang menjalankan masih punya nafsu dan kepentingan pribadi yang sering bertentangan dengan agama, ya tidak akan beda jauh. Yach, akhir zaman memang sudah makin mendekat.

  3. waskita says:

    Kalau kita search terjemahan Al Quran versi Depag dengan kata kunci ‘kebanyakan’, akan ketahuan bahwa kebanyakan manusia tidak dapat diandalkan. Misalnya Al A’raf 102: “Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik. ”

    Kalau orang model begini disuruh memilih pemimpin apa nggak kacau ya ? Walah ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s