Menghadapi Musuh (jawaban atas pertanyaan temanku soal FITNA)

Tadi pagi ada pertanyaan mengenai film FITNA dari temanku yang akan melanjutkan studinya ke USA (United States of America) negerinya mbah Bush. Dia bingung kalau-kalau ditanya-tanya soal Islam oleh kawan-kawannya di sana kelak.

Buat temanku, saya rekomendasikan bacaan berikut: Salah pengertian mengenai JIHAD.

Selanjutnya, saya ingin sharing sebuah hadis yang telah diuraikan maksudnya oleh Abuya. Berikut penjelasannya, moga dapat menangkap poin-nya.

Orang mukmin itu berhadapan dengan 5 jenis kesusahan.

1. hasad dengki orang mukmin.

2. Nafsu yang ada dalam diri yang nak selewengkan dari Tuhan.

3. Syaitan yang nak menyesatkan kita.

4. Orang munafik yang benci dengan kita.

5. Musuh, orang kafir yang sentiasa cari peluang untuk memerangi kita

(Al Hadis)

Kita akan bahas mengenai 5 golongan seperti hadis di atas dan bagaimana cara menghadapinya.

1. Bagaimana menghadapi hasad dengki orang mukmin.

Kita tak dapat lepas dari hasad dengki orang mukmin. Orang yang tak senang dengan kejayaan, dengan kemampuan kita. Kita tak boleh hadapi dengan sembrono, kalau sembrono menghadapinya maka akan menimbulkan perpecahan lebih besar. Ada empat kategori dalam menghadapi orang hasad dengki.

a. Kejahatan dia kita balas dengan kejahatan

b. Tak buat apa-apa buat tak tahu

c. Jahat dibalas dengan baik

d. Doakan

Membalas kejahatan dengan kejahatan itu tidak boleh, termasuk dalam kategori dosa. Walaupun ia menyusahkan kita, kita tak boleh menyusahkan dia. Kalau kita menyusahkan dia seolah-oleh kita tidak yakin Tuhan dapat menyelesaikannya.

Tidak berbuat apa-apa dan buat-buat nggak tahu itu lebih baik, kita serahkan urusan ini kepada Allah.

Yang terbaik adalah kejahatan itu dibalas dengan kebaikan. Orang soleh duhulu, sahabat, tabiin, tabiut tabiin, kalau ada orang yang buat jahat pada dia, dia bagi hadiah, dia bagi duit, bagi bantuan dan berbagai macam kebaikan lainnya.

Karena susah untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, maka dia doakan. Doa tak keluar duit, tak guna harta, lebih mudah sedikit, walaupun ada tak senang juga, hati terasa sakit.

2. Nafsu kita.

Ini susah. Kalau orang lain yang menjadi musuh mudah untuk merasakannya. Tapi kalau nafsu kita yang merupakan bagian diri kita, susah untuk merasakannya. Kadang-kadang kita justru merasakan dia sebagai penasehat bukannya musuh. Padahal, Tuhan berfirman kalau sesungguhnya nafsu tu suuuuuaaaaangat mengajak kepada kejahatan. Kita tidak sadar hal ini. Sebab itu ilmu perlu ada ilmu yang halus dan seni. Kalau tidak, kita tidak sadar kalau nafsu memusuhi kita. Dia sangat tersirat. Sifat nafsu itu tamak bakhil, ego, pantang dicabar, tak mau terima nasehat, tak tahan susah. Bukan mudah untuk mengendalikan nafsu karena dia sangat mengajak buat jahat. Anehnya, kita tidak sadar kalau dia sedang ajak kita buat jahat. Kita rasa dia ajak kita buat baik.

Sebab itu kit aperlu ilmu yang halus dan memahami yang tersirat. Kita perlu pandai untuk mengesannya. Nak mengesan kejahatan nafsu susah sebab ia bagian dari diri kita. Kalau tak disuluh dengan ilmu yang halus tak nampak kejahatannya, tak nampak durhaka dengan Tuhan, supaya kita dapat tundukkan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau dapat berbuat seperti itu barulah kita selamat dari tipuan hawa nafsu. Kalau tidak, kita sangka dia menasehati kita

3. Setan yang nak merusakkan kita.

Setan tidak tak dapat pengaruhi orang kalau tidak ada jalannya. Jalan masuknya adalah nafsu. Kalau nafsu tak terkawal, tak terdidik, rakus, tamak, bakhil, pemarah, ego, itulah jalan setan. Setan perlu jalan untuk masuk. Kalau kita tidak menjaga nafsu kita, ia jadi jalan untuk setan. Nafsu lebih jahat dari setan. Kalau nafsu terdidik, jalan untuk setan tak ada. Ia tak dapat pengaruhi manusia. Setan seperti jenis jin, dia dapat masuk ke dalam manusia. Maka ia dapat kotak katikkan kita. Kalau tak ada jalan, setan usaha juga, ia berbisik dari luar. Dapat berdialog dengan hati dan akal kita.

4. Orang munafik.

Definis Munafik adalah melahirkan Islam tapi menyembunyikan kekufuran. Itu yang berlaku di zaman Rasulullah SAW. Cara ini kalau sedikit berlaku di akhir zaman ini yang terjadi adalah munafik bentuk lain.

Di zaman Rasulullah SAW orang munafik dia lahirkan suasana Islam,dia sembunyikan kekufuran. Rasulullah SAW tahu walau sahabat tak tahu. Orang munafik itu tahu tahu dia munafik, dia tak Islam. Masuk Islam itu hanya untuk menipu. Nah, munafik sekarang lebih berbahaya. Dia keturunan Islam, sembahyang, puasa, naik haji, tapi ada hal yang dia ragukan. Dia sebenarnya sudah kafir, tapi orang Islam anggap dia Islam, kadang-kadang jadi imam, jadi bilal, pemegang agama dan dia sendiri yakin dia Islam, tapi sebenarnya ada benda yang dia ragukan.

5. Orang kafir baik itu kristian yahudi budha hindu.

Mereka ni sudah cerdik-cerdik, sudah pandai-pandai. Ini zaman modern. Mereka tidak akan perangi orang Islam dengan senjata kecuali umat Islam itu tersilap. Kalau umat Islam kasar, mereka ada peluang untuk perangi (LIHAT AFGHANISTAN, IRAK, DLL). Kalau kita sanggah mereka orang ramai akan sanggah kita. Kalau kita perangi mereka ada peluang untuk perangi kita. Inilah yang dibuat pejuang-pejuang Islam yang pendek akalnya / bodoh. Akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk memerangi orang Islam. Kalau umat Islam tidak kasar, tentu susah bagi mereka untuk memerangi kita.

Lantas, bagaimana menghadapi golongan munafik dan kafir ini?

Caranya dengan memperjuangkan kebenaran, maka kebatilan akan lenyap. Kita berjuang melahirkan sistem. Bila lahir sistem nampak cantik. Ia sudah boleh mempengaruhi banyak orang.

Bila kita dapat lahirkan sistem, maka ada bandingan.

Contoh:

Berlaku militan di selatan thai & berlaku sistem kita yang membuat kemajuan. Hasilnya nampak jelas, militan diperangi, kita diterima. Kalau orang tidak paham, ia akan menilai kerajaan thai seperti anti Islam. Padahal tidak! Di australia, militan di tekan, kita di sana disokong pemerintah. Di indon militan diperang, kita diberi laluan, sebab perjuangan kita membawa kasih sayang. Contoh dah ada.

Semua ini perlu ada ilmu. Kalau tak, kita akan tersasar. Sikap kita akan membuatkan kita kecundang. Yang penting kita lahirkan alternatif, sebab sistem Tuhan itu kalau dilahirkan betul2, orang tak Islam-pun akan rasa senang, rasa indah, bahagia sebab fitrah manusia sama. Sekalipun bukan Islam, manusia suka kasih sayang, suka kebahagian. Kalau kita faham dan lahirkan sistem ini, maka orang kafir pun akan ikut.

This entry was posted in Akhlak, Nasehat, Perjuangan and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Menghadapi Musuh (jawaban atas pertanyaan temanku soal FITNA)

  1. egi says:

    Ikutan comment ya Mas Adhy🙂.
    Kalo tentang orang mu’min yang berhadapan dengan 5 jenis musuh, itu saya sepakat. Karena memang ada hadits-nya. Termasuk penyikapannya juga. Setuju deh ;)).
    Mungkin sedikit masukan mengenai kontroversi clip ‘fitna’ ini, seharusnya memang bisa disikapi dengan tepat oleh umat Islam. Justru menurut saya ini kesempatan bagi kita untuk bisa menjelaskan apa Islam yang sesungguhnya. Menjelaskan bahwa Islam tidak identik dengan teroris. Sampaikan konsep2 Islam yang juga mengajarkan toleransi, kasih sayang, keamanan, keindahan dan lainnya.
    Lebih dahsyat lagi adalah memberikan bukti dengan perilaku dan tindakan kita. Jika kita bisa menampilkan perilaku yang baik, kinerja yang luar biasa, saya kira orang2 amerika secara objektif akan bisa menilai sendiri. Malah mungkin bisa jadi jalan hidayah bagi mereka.

  2. Meditya Wasesa says:

    Terus Menulis Fud, Insyaallah Manfaat.

  3. waskita says:

    Susahnya menjadi orang mukmin. Hanya dengan keajaiban saja dapat lolos jadi orang mukmin.

  4. Pingback: Jalan Keluar Dari Kehinaan « MENEMPA SEJARAH KEBANGKITAN ISLAM AKHIR ZAMAN

  5. azka putri says:

    Semakin orang tu jahat ke kita semakin seringlah doakan dia.Semoga orang tersebut mendapat hidayah dan pentunjuk dari Allah Ta ala amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s