Karat

Yang namanya besi kalau berkarat apalagi di sebuah fasilitas sumur minyak, paling-paling hanya akan rubuh. Paling banter memakan korban jiwa sampai puluhan orang.

Karat pada besi ini, orang mudah mengesannya. Begitu diindikasikan besi itu berkarat, apalagi di bagian yang kritis seperti pada shell sebuah bejana bertekanan tinggi, maka pegawai di situ akan segera membuat langkah-langkah supaya karat tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang fatal.

Namun, apa jadinya kalau hati manusia yang berkarat? Akan timbul kerusakan yang besar: iri dengki, dendam, sombong, bahkan sampai pada tahap sanggup membunuh manusia lain. Yang susahnya, karat pada hati manusia ini susah untuk dikesan.

This entry was posted in Akhlak, Makhfud Opinion, Nasehat and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Karat

  1. Rozy says:

    Begitu halusnya ya Allah…

    Allahumma arifni nafsi…

  2. Makhfud says:

    Untuk mengesan karat di hati, kita memerlukan guru Mursyid.

  3. aimedieu says:

    mencari guru mursyid ibarat mencari jarum di tumpukan jerami..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s