Jalan Keluar Dari Kehinaan

Banyak hal sudah hilang dari umat Islam. Kasih sayang, perpaduan umat, ilmu dan hikmah, khilafah, jamaah, serta wibawa umat Islam.

Apabila umat Islam sudah kehilangan wibawa itu berarti bahwa umat Islam sudah tidak memiliki kekuatan alias lemah bin tumpul. Umat Islam seperti debu yang beterbangan atau seperti buih di lautan.

Karena itu semua, umat Islam di hari ini terhina di semua bidang. Di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, politik dan bidang-bidang lain, umat Islam terjajah. Ideologi telah menjajah dan menggantikan syariat. Pendidikan Islam yang dilaksanakan atas dasar Tuhan telah diganti dengan pendidikan sekuler yang tidak mengaitkan dengan Tuhan. Kalau disebut Tuhan dalam pendidikan hanya sebagai bumbu penyedap saja. Ekonomi Islam yang bersifat khidmat, bersih dari riba, bersih dari monopoli dan penindasan telah dijajah oleh ekonomi yang bersifat riba, penindasan, penzaliman, dan monopoli. Kebudayaan Islam yang bersih sudah dijajah oleh kebudayaan maksiat lagi kotor.

Jadi, bagaimana cara keluar dari kehinaan tersebut?

Al Quran sebagai petunjuk telah memberikan satu formula agar umat Islam dapat keluar dari kehinaan dan penjajahan ini. Formula ini sudah pernah diaplikasikan oleh Rasulullah SAW, para Sahabat, dan para Tabi’in. Hasilnya, Islam mampu mengatur dunia dengan panduan Al Quran dan Sunnah Rasul. 3/4 dunia tunduk di bawah KEKHALIFAHAN ISLAM.

Firman Allah:

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka mebuat perhubungan dengan Allah (hablumminallah) dan membuat perhubungan dengan manusia (hablumminannas)” (Al Imran: 112)

Dengan ayat ini, Allah memberitahu kepada kita bahwa ketika umat Islam terhina, lemah, dan tidak memiliki wibawa maka untuk membangun kembali ada dua hal yang perlu diperbaiki:

  1. Perbaiki hubungan dengan Allah (Hablumminallah)
  2. Perbaiki hubungan dengan manusia (Hablumminannas)

A. HABLUMMINALLAH

Hubungan dengan Allah ini ada beberapa peringkat.

  1. Peringkat paling asas/dasar:

percaya Tuhan

percaya Tuhan itu memiliki sifat yang Maha Sempurna

percaya Tuhan itu Maha Suci dari sifat kekurangan

Ini adalah peringkat hablumminallah yang paling lemah. Apabila peringkat dasar ini tidak dimiliki maka orang itu telah keluar dari Islam. Ini adalah tahap paling dasar. Tetapi untuk mengembalikan kembali kewibawaan umat Islam peringkat ini tidak cukup.

2. Peringkat kedua:

Percaya Tuhan.

Memahami sifat-sifat kesempurnaan Tuhan dan sifat-sifat yang mustahil bagi Tuhan. Dia mampu menjelaskan dalil aqli maupun dalil naqli-nya.

Peringkat kedua ini lebih tinggi dibandingkan dengan dibandingkan dengan peringkat pertama karena dia telah memiliki ilmu mengenai Tuhan. Dia mampunyai hujah yang cukup tentang Tuhan. Tetapi, peringkat ini belum juga belum mampu mengembalikan wibawa umat Islam.

3. Peringkat ketiga: perhubungan orang soleh dengan Tuhan.

Peringkat ini dicapai setelah dia mengenal Allah dalam peringkat 1 (satu) dan 2 (dua).

Mulai datang rasa cinta dan takut dengan Tuhan.

Siapa yang dapat mencapai peringkat ketiga dia sudah dinilai soleh tetapi belum mencapai taraf bertaqwa. Di akhirat selamat tetapi di dunia masih belum tentu. Dia masih belum mampu untuk mengelak dari kehinaan di dunia. Dia masih belum mampu lepas dari penjajahan musuh (lihat: 5 musuh mukmin, bagaimana menghadapi musuh). Tuhan hanya akan membantu orang bertaqwa bukan orang soleh. Tidak ada satu ayat-pun dalam Al Quran yang menyebutkan bahwa Allah akan menjanjikan bantuan bagi orang soleh. Di akhirat dia selamat dan masuk surga walaupun hisabnya banyak. Namun, keselamatan di dunia masih belum ada jaminan.

4. Peringkat keempat: perhubungan dengan Allah peringkat orang bertaqwa.

Dia selamat baik di dunia maupun di akhirat. Di akhirat selamat dari api neraka. Di dunia, Allah akan menyerahkan dunia ini kepada orang yang bertaqwa. Bagaimana perhubungan dengan Allah di tahap ini?

Dia mampu merasakan cinta dan takut kepada Allah

Dia mampu membawa perasaan cinta dan takut itu kemana pun dan kapan pun

Orang dalam peringkat ini seperti yang digambarkan Allah dalam firmanNya:

“Orang yang beriman itu ialah orang-orang yang mereka itu teringat Allah pada waktu berdiri, duduk, baring. dan mereka bertafakur, bertambah lagi rasa kebesaran Tuhan, tambah lagi rasa bertuhan.”

Hatinya senatiasa hidup. Di kantor, waktu makan, baru duduk-duduk, senantiasa teringat kebesaran Allah, terasa dia adalah hamba, terasa kecilnya diri dihadapan Allah.

5. Peringkat kelima: peringkat muqarrabin dan Siddiqin.

Ini adalah peringkat tertinggi dalam berhubungan dengan Allah. Dia sudah mabuk dengan Allah. Akan tetapi bila dia adalah pemimpin seperti RAsulullah SAW dan Khulafaurasyidin, Allah selamatkan mereka dari mabuk dengan Allah. Mereka masih dapat memimpin masyarakat.

B. HABLUMMINANNAS

Hablumminannas yang besar adalah:

  1. Mewujudkan jamaah Islam.
  2. Melahirkan system hidup Islam dalam jamaah dalam setiap aspek kehidupan seperti: pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dll
  3. Melahirkan perjuangan secara berjamaah.

Itu adalah sunnah Rasulullah SAW yang utama. Namun, umat Islam hari ini memilih hidup nafsi-nafsi. Padahal Rasulullah mengajarkan hidup berjamaah. RAsulullah sebagai Imam dan para SAhabat menjadi makmum.

Itulah formula Al Quran supaya Umat Islam dapat keluar dari kehinaan. Yaitu dengan habluminallah sekurang-kurangnya dalam peringkat orang bertaqwa (sampai tahap 24 jam merasakan kebesaran Allah) dan dengan habluminannas yaitu menegakkan hidup berjamaah. Hidup berjamaah tentunya ada Imam yang memimpin.

This entry was posted in Nasehat, Peristiwa Akhir Zaman, Perjuangan and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Jalan Keluar Dari Kehinaan

  1. Denf says:

    Well.. nice thoughts..

    Agree with you bro.

  2. indra1082 says:

    Semoga menjadi manusia yang seimbang, bermanfaat didunia, apalagi di akhirat..
    Amin……….

  3. Pingback: Jalan Keluar dari Kehinaan (2) « MENEMPA SEJARAH KEBANGKITAN ISLAM AKHIR ZAMAN

  4. Abdul Qodir Jaelani says:

    Wah, dapat referensi kayak gituan dari mana tuh Mas?? Jadi pengen langsung ngobrol banyak nih…. Orang-orang yang memiliki derajat paling bagus diatas mungkin sekarang hanya segelintir orang, tapi pastilah mereka masih ada di muka bumi ini. Jika tanpa mereka, tentunya hancurlah dunia ini. Karena Allah tidak akan menghancurkan dunia jika masih ada orang-orang seperti itu. Benar gak sih Mas??

  5. aboutmiracle says:

    kemuliaan seorang hamba adalah apabila ia dapat mengekalkan rasa kehambaanya.

    Tidak akan terhina seseorang yang merasa lemah di hadapan Tuhannya, sebaliknya akan terhina seseorang apabila tercabut rasa hamba dalam hatinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s