Berjumpa dengan Rasulullah SAW setelah wafatnya

Apakah Rasulullah SAW masih hidup setelah kematiannya?

Imam Badruddin bin as Shahib mengambil dalil dalam Al Quran:

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rejeki (QS: Ali Imran: 169).

Rasulullah SAW tentu kedudukannya lebih tinggi dari syuhada yang tentunya lebih berhak untuk keistimewaan itu. Dengan inilah Rasulullah SAW masih terus memimpin umatnya hingga hari kiamat.

Imam Baihaqi menyatakan dalam kitab Dalailun Nubuwwah: “Para Nabi hidup di sisi Tuhan mereka seperti para syuhada”

Abu Ya’la dalam Musnadnya dan Al Baihaqi dalam kitab Hayatul Anbiya mengeluarkan hadis dari Anas r.a:

Nabi saw bersabda: “Para Nabi hidup di kubur mereka dalam keadaan mengerjakan sholat.”

Apakah dapat menjumpai Rasulullah SAW setelah wafatnya?

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Barangsiapa yang melihatku di dalam tidurnya, maka ia akan melihat aku di dalam bangunnya (jaga) dan setan tidak bisa menyerupai diriku” ( Riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Siapa yang melihat aku di dalam tidurnya (mimpi) berarti ia benar-benar melihatku, sebab setan tidak dapat menyerupaiku” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Turmudzi)

Nabi Bersabda: “Barangsiapa melihat aku, ia sungguh-sungguh melihat yang benar, sebab setan tidak bisa meniruku dalam segala hal” (Riwayat Syaikhan)

Dari Abu Hurairah, Nabi Bersabda: “Buatlah nama dengan namaku dan jangan membuat julukan dengan julukanku. Barangsiapa yang bermimpi melihatku maka ia telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupai bentuk rupaku. Dan barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka hendaklah ia menyediakan tempat duduknya di neraka” (Riwayat Bukhari)

Kisah-kisah orang yang berjumpa dengan Rasulullah SAW setelah wafatnya.

Kisah dari kalangan Sahabat

Sayidina Usman bin Affan

Kisah mengenai Sayidina Usman yang dikeluarkan oleh Abi Usamah dalam Musnadnya: Diriwayatkan oleh Abdullah bin Salam berkata: “Saya telah mendatangi Usman bin Affan untuk menyelamatkannya. Pada saat itu ia sudah terkepung. Usman berkata, “selamat datang wahai shabiy (anakku), kulihat Rasulullah SAW dari dalam gubuk ini.” Abdullah bin Salam berkata, “Wahai Usman, orang-orang telah mengepungmu” Usman menjawab,”Benar. Apakah engkau haus?” Aku menjawab, “Benar.” Kemudian ia mengambil air seember untukku. Aku pun meminumnya sampai puas, terasa dinginnya di antara tenggorokan dan dadaku. Lalu ia berkata, “Jika engkau mau, engkau boleh berbuka bersama kami.” Maka aku pilih berbuka bersama Nabi. Ternyata hari itu Usman r.a terbunuh.”

Sayidina Ibnu Abbas

Dalam ceritanya, Ibnu Abbas menuturkan:

“Aku merasa tidak sah shalatku sepanjang hidup kecuali sekali shalat saja. Hal itu terjadi ketika aku berada di Masjidil Haram pada waktu subuh. Ketika imam takbiratul ihram, aku juga melakukan hal yang sama.Tiba-tiba aku merasa ada kekuatan yang menarikku; kemudian aku berjalan bersama Rasulullah SAW antara Mekah dan Madinah. Kemudian kami melewati sebuah lembah. Nabi bertanya, “Lembah apakah ini?” Mereka menjawab, “Lembah Azraq.” Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Seolah-olah aku melihat Musa meletakkan kedua jari telunjuk ke telinganya sambil berdoa kepada Allah dengan talbiyah melewati lembah ini. Kemudian kami melanjutkan perjalanan hingga kami sampai pada sebuah sungai kecil di bukit.” Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, “Seolah-olah aku melihat Nabi Yunus di atas unta yang halus, di atasnya ada jubah wol melewati lembah ini sambil membaca talbiyah.”

Kisah dari kalangan setelah Sahabat

Syeikh Abdul Qadir Jailani

Syeikh Sirajuddin bin Al Mulqan (wafat 804H/ 1401M) dalam kitabnya Thabaqatul Awliya’ menyebutkan: “Syeikh Abdul Qadir al Jailani berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW sebelum Zuhur, beliau berkata kepadaku, “wahai anakku, mengapa engkau tidak segera berceramah?” Aku menjawab, “wahai abatah (ayah), aku adalah seorang ‘ajam (bukan Arab). Bagaimana aku akan berbicara dengan orang-orang Baghdad yang fasih-fasih.” Lalu beliau berkata, “bukalah mulutmu.” Kemudian aku membuka mulutku lalu beliau meludahiku tujuh kali. Kemudian beliau bersabda, “berbicaralah kepada manusia dan ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan mauizah (pesan-pesan) yang baik.” Kemudian aku menunaikan sholat zuhur dan duduk, tiba-tiba berduyun-duyun orang yang banyak mendatangiku, dan aku melihat Sayidina Ali berdiri di depanku dalam majlis itu. Kemudian Sayidina Ali berkata kepadaku, “wahai anakku, mengapa engkau tidak segera berbicara?” Aku menjawab, “Wahai Abatah (ayah), mereka berduyun-duyun datang kepadaku.” Kemudian dia berkata, “Bukalah mulutmu.” Kemudian aku membuka mulutku, lalu di ameludahiku sebanyak enam kali, lalu aku bertanya, “Mengapa tidak engkau sempurnakan menjadi tujuh kali?” Beliau menjawab, “adab kepada Rasulullah.” Selanjutnya beliau lenyap dari pandanganku. Kemudian aku berkata, “menyelam dalam pemikiran, kemudian menyelam dalam lautan hati mencari mutiara-mutiara kaum ‘arifin. Kemudian dikeluarkan ke pinggir shard (hati), kemudian mengundang agen penerjemah lisan, dibelinya hal itu dengan nafais isman (nafas-nafas berharga), yakni baiknya ketaatan di balik-balik yang Allah izinkan untuk di daki.”

Syeikh Abul Abbas al Mursiy (wafat 686H/1287M di Iskandariah)

Dalam kitab al Wahid disebutkan: Adalah Syeikh Abul Abbas al Mursiy mempunyai wuslah (hubungan khusus) dengan Nabi SAW. Jika bersalam kepada Nabi SAW, beliau pasti akan membalasnya dan menjawab ketika berbicara bersama beliau. Syeikh Tajuddin bin Athaillah (wafat 709H/1309M di Mesir) dalam kitabnya Lathaiful Minan menceritakan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Syeikh Abul Abbas al Mursiy, “wahai Tuanku, jabatlah tanganku ini, sebab engkau telah bertemu dengna banyak rijal (tokoh-tokoh) dan berkeliling negeri-negeri yang banyak.” Syeikh Abul Abbas al Mursiy menjawab, “Demi Allah, belumlah ada yang menjabat tanganku ini melainkan Rasulullah SAW.” Beliau melanjutkan, “Sekiranyaaku terhijab (terhalangi) dari Rasulullah SAW sekejap mata pun, tidaklah aku menilai diriku termasuk orang Islam.”

Syeikh Abdullah ad Dalasi

Syeikh Abdul Ghaffar mengatakan dalam kitabnya Al Wahid: “salah seorang yang aku ketahui (akan kewaliannya) di Mekah adalah Syeikh Abdullah ad Dalasi. Ia bercerita kepadaku bahwa ia merasa semua shalat dalam umurnya tidak sah kecuali sekali shalat saja. Ia meneruskan, “itu terjadi saat aku berada di Masjidil Haram pada waktu shalat Subuh. Ketika imam takbiratul ihram dan aku melakukannya, tiba-tiba ada kekuatan yang menarikku, di sana aku melihat Rasulullah SAW sedang melakukan shalat sebagai imam, sedang di belakangnya ada sepuluh orang, kemudian aku menyusul shalat bersama mereka. Hal itu terjadi pada tahun 673 H. Rasulullah SAW, saat itu, pada rakaat pertama membaca Surat Al Muddatsir dan pada rakaat kedua membaca surat An Naba’. Setelah selesai salam, beliau berdoa dengan doa ini:

“Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan memberikan petunjuk, bukannya orang yang sesat lagi menyesatkan, tidak mengharapkan akan kebaikanMu dan tidak pula merindukan apa yang ada di sisiMu, sebab Engkau yang memberikan anugerah kepada kami dengan mewujudkan kami, sebelumnya kami tidak ada. BagiMu-lah segala puji atas semua itu, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Ketika Rasulullah SAW selesai dan bersalam, bersamaan itu juga imam Masjidil Haram salam, dan aku menyadari salamnya. Kemudian aku juga melakukan salam.”

Syeikh Prof. Dr Abdus Salam Al Haras (masih hidup, tinggal di Maroko)

Ketika Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi ke Maroko pada tahun 1986, Abuya berjumpa dengan Syeikh Prof. Dr Abdus Salam Al Haras di rumahnya. Kemudian beliau bertanya kepada Abuya: “Kenapa kamu datang ke mari? Kebangkitan Islam di tempat kamu (Malaysia & Indonesia). Buktinya ialah kamu yang bawa Islam ke mari.” Syeikh Prof. Dr Abdus Salam Al Haras berkata bahwa Rasulullah-lah yang memberitahunya sebelum Abuya tiba ke rumahnya itu.

Syeikh Abdul Nasir (masih hidup, tinggal di Mekah)

Syeikh Abdul Nasir dari Mekah datang menjumpai Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi di Malaysia pada tahun 1996. Beliau mendapat pesan bahwa orang-orang Imam Mahdi sedang giat mempersiapkan kedatangan Imam Mahdi. Rasulullah SAW memberitahu bahwa Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi adalah orang Imam Mahdi yang ada di Timur.

Syeikh Abu Mus’ab (masih hidup, tinggal di Jordan)

Ketika Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi berkunjung ke Jordan, beliau berjumpa dengan Syeikh Abu Mus’ab. Kemudian Syeikh Abu Mus’ab menunjukkan buku catatannya yang bertuliskan: “Ashaari bin Muhammad pembawa kebangkitan di Timur, akan datang ke Jordan.” Syeikh Abu Mus’ab mengaku pesan itu didapat dari Rasulullah SAW.

This entry was posted in Peristiwa Akhir Zaman, Perjuangan, Rasulullah SAW and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Berjumpa dengan Rasulullah SAW setelah wafatnya

  1. aboutmiracle says:

    Sebetulnya sangat banyak kisah2 seperti ini, hal biasa bagi orang2 soleh terdahulu mereka berjumpa dengan Rasulullah dalam Yaqazah.

    Imam Suyuthi 75 kali Yaqazah dengan Rasulullah,
    Imam Ghazali ketika menyusun Ihya Ulumuddin beliau senantiasa ditemani oleh Rasulullah sehingga beliau boleh langsung bertanya apakah yang di tuliskannya itu betul sesuai dengan Hadis2.
    Tariq ibnu Ziyad ketika menaklukkan Spanyol beryaqazah dengan Rasulullah dan 313 tentara Badar dengan itu dia mendapat kemenangan.

    Kalau boleh tau, ada kitab atau link rujukan gak ? sumber2 dsb. Biar pembaca nggak menyangka2 mas mahfud ini ngarang bebas..🙂

  2. Makhfud says:

    oh iyya…lupa🙂

    tulisan di atas saya sarikan dari buku : “Berjumpa Nabi dan Malaikat di dalam Tidur dan Terjaga” karya M Alwi Fuadi, penerbit Mitra Pustaka. Buku itu merupakan penjelasan dari kitab Tanwirul Halaq karya Imam Sayuti.

  3. aboutmiracle says:

    oh oke, di Toko buku Gramedia banyak ya? bagi siapa yang berminat ayo kita sama2 belajar dan membaca mengenai khazanah ini. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s