Sekuler Tipe Apakah Anda?

Membaca kicauan dari @hafidz_ary yang cukup lantang menentang Sekulerisme, saya jadi teringat sebuah kuliah dari Abuya yang mengulas mengenai sekulerisme.

@hafidz_ary berkata:  #sekulerisme, gagasan yg memisahkan agama dan kehidupan. Agama punya urusannya dan dunia punya urusannya ( http://hafidzary.wordpress.com/2012/08/25/sekulerisme-pluralisme-dan-liberalisme-sepilis/ )

“Sholat sekuler” kalau kata Abuya.

Duh, apa itu sholat sekuler? Kita sudah mujahadah berusaha sungguh-sunggu menunaikan sholat, awal waktu, berjamaah, masih dibilang sholat sekuler?

Rupanya sholat sekuler adalah solat yang dipisahkan dari akhirat. Sholat hanya menjadi urusan dunia. Sholat sekuler akan membawa ke neraka, “fawailullil mushollin, celakalah orang yang sholat/ neraka wail buat orang yang sholat”. Sholat yang lalai dari mengingat Allah dan terpaut kepada dunia rupanya dikategorikan sebagai sholat yang sekuler. Sholat karena ingin dipuji orang (riya) juga termasuk sholat sekuler.

Image(Shalat yang khusyu lagi dihayati akan melahirkan pribadi agung, Allah menjanjikan kemenangan baginya)

Tidak hanya shalat sekuler, sedekah pun dapat menjadi sekuler bila tidak karena Allah. Bila terselip riya, ujub, sombong, maka sedekah menjadi sedekah sekuler. Amalan sedekahnya hanya untuk pujian dunia, terpisah dari akhirat. Sekuler-lah itu namanya.

Image

(Sedekah lebih tajam dari doa)

Abuya mendifinisikan sekulerisme: “mengendalikan urusan kehidupan di dunia secara terpisah dari agama, ia tidak ada hubungan dengan Tuhan atau tidak ada hubungkait dengan Akhirat. Terpisah ini tidak kira di bidang ekonomi, politik, pendidikan, pentadbiran, kebudayaan, perhubungan dan lain-lain lagi. Dengan kata-kata yang lain, faham sekuler itu ialah faham keduniaan semata-mata. Ia tidak ada sangkut paut dengan Akhirat.”

Dari definisi tersebut, maka akan kita dapati beberapa tipe sekuler.

  1. Golongan sekuler sejati
    Golongan yang tidak percaya adanya Tuhan dan adanya kehidupan Hari Akhirat. Agama dianggap candu kepada manusia. Agama itu bikinan manusia. Wujudnya alam ini adalah secara  nature atau alami. Orang atau golongan yang berpegang dengan faham ini adalah orang yang berfaham komunis, atheis atau  free thinker. Golongan ini adalah orang yang berfahaman sekuler yang sejati.
  2. Golongan orang-orang yang berfaham sekuler yang tersesat
    Golongan orang-orang kafir yang percaya dengan Tuhan, dengan hari Akhirat dan percaya dengan agama tetapi tidak kenal Tuhan. Keyakinannya dengan hari Akhirat tidak tepat. Agamanya tersesat. Kehidupan dunianya terpisah dari agama. Dalam urusan kehidupan di dunianya, seolah-olah Tuhan tidak campur tangan. Inilah golongan faham sekular yang tersesat.
  3. Golongan orang-orang Islam yang yakin dengan wujudnya Tuhan
    Golongan orang-orang Islam yang yakin dengan wujudnya Tuhan dan pengenalannya tentang Tuhan tepat. Percaya dengan hari Akhirat secara tepat. Namun Islamnya hanya di sudut ibadah. Persoalan kehidupan seperti ekonomi, politik, pendidikan, perjuangan dan lain-lain tidak boleh dicampur aduk dengan Islam karena kejahilan. Syariat Islam tidak ada tempat di dalam kehidupan kecuali di sudut ibadah saja. Selain ibadah, mereka dapat menerima apa saja pandangan ideologi atau akal fikiran. Itulah golongan sekuler disebabkan fasik.
  4. Golongan sekuler disebabkan zalim
    Orang Islam seperti golongan ketiga tadi tetapi yakin bahwa Islam itu adalah agama yang syumul. Ia adalah agama seluruh kehidupan. Islam adalah agama ibadah, agama politik, agama pentadbiran, agama ekonomi, agama pendidikan tetapi mungkin karena  takut dengan golongan-golongan tertentu, atau tidak sanggup menerima risiko yang berat, karena kepentingan peribadi atau karena malu dan takut dituduh kolot maka berlakulah syariat Islam ditinggalkan melainkan di sudut ibadah. Di aspek-aspek kehidupan yang  lain, syariat Islam tidak menjadi disiplin dan peraturan. Inilah golongan sekuler disebabkan zalim.
  5. Golongan sekular yang tertukar nawaitu atau niat
    Orang Islam yang mengerjakan ibadah, berjuang, berekonomi, berpendidikan, berdakwah, berpolitik, berhubung dan lain-lain lagi walaupun mengikut syariat tetapi bukan karena Allah Taala. Semua itu dibuat karena riyak, ujub, nama,  glamour, pangkat, harta, baik disadari atau tidak. Oleh karena itu pahalanya tidak sampai di Akhirat. Itulah golongan sekuler disebabkan tertukar  nawaitu atau niatnya.
  6. Golongan sekular yang disebabkan adanya unsur-unsur sekuler atau mementingkan dunia
    Golongan yang lebih halus lagi daripada itu ialah apabila seseorang Islam itu, segala usaha-usahanya mengikut syariat tetapi oleh karena terlalu membesarkan kehidupan dunia daripada kehidupan Akhirat, dia tidak sanggup mengeluarkan zakat lalu menjadi bakhil. Dia tidak suka membuat kebaikan, tidak suka menolong orang, tidak suka bersedekah, suka mengumpul harta saja dan menjadi tamak. Itulah golongan sekular disebabkan adanya unsur-unsur sekular atau mementingkan dunia.

Nah, rupanya di akhir zaman ini banyak umat Islam yang mengamalkan sekulerisme walaupun mulutnya mengatakan menentang sekulerisme. Itulah rahasia mengapa umat Islam tidak dapat bersatu. Jadi, ketika lantang menentang sekuler golongan 1, golongan 2 dan  golongan 3, perlu kita pastikan kita dalam usaha bermujahadah sungguh-sungguh agar tidak termasuk sekuler golongan 4, 5, 6.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s