Kewajiban Suami Terhadap Istri

http://kawansejati.org/208-kewajiban-suami-terhadap-istri

Nas-nas Al Quran dan hadis:
1. Allah Taala berfirman, yang bermaksud:
“Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan
cara sebaik-baiknya.” ( An Nisa 19)
2. Dan Allah berfirman lagi:
‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang
dengan kewajiban menurut cara yang baik akan
tetapi para suami mempunyai satu tingkatan
kelebihan atas isterinya.” ( Al Baqarah : 228)
3. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda
bersabda pada waktu haji widak (perpisahan)
setelah baginda memuji Allah dan menyanjung-
Nya serta menasehati para hadirin yang
maksudnya:
‘Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku untuk
berbuat baik kepada para isteri, isteri-isteri itu
hanyalah dapat diumpamakan tawanan yang
berada di sampingmu, kamu tidak dapat memiliki
apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali
kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yang
keji yang jelas (membangkang atau tidak taat)
maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat
tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang
tidak melukai. Kalau isteri-isteri itu taat kepadamu
maka janganlah kamu mencari jalan untuk
menyusahkan mereka.
Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai
kewajiban terhadap isteri-isterimu dan
sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai
kewajiban-kewajiban terhadap dirimu. Kemudian
kewajiban isteri-isteri terhadap dirimu ialah
mereka tidak boleh mengijinkan masuk ke
rumahmu orang yang kamu benci. Ingatlah!
Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu
melayani mereka dengan baik dalam soal pakaian
dan makanan mereka.
(Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
4. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Kewajiban seorang suami terhadap isterinya
ialah suami harus memberi makan kepadanya jika
ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia
berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya
dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga
tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam
tempat tidur (ketika isteri
membangkang).” (Riwayat Abu Daud)
5. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Siapa saja seorang laki-laki yang menikahi
perempuan dengan mas kawin sedikit atau
banyak sedangkan dalam hatinya ia berniat
untuk tidak memberikan hak perempuan
tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia
telah menipunya, kemudian jika ia meninggal
dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan
tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah
pada hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina.”
6. Nabi SAW bersabda yang bermaksud
“Sesungguhnya yang termasuk golongan
mukmin yang paling sempurna imannya ialah
mereka yang baik budi pekertinya dan mereka
yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya
(isteri anak-anak dan kaum kerabatnya). ”
7. Nabi SAW bersabda yang bermaksud :
“Orang-orang yang terbaik dari kamu sekalian
ialah mereka yang lebih baik dari kamu dalam
mempergauli keluarganya dan saya adalah orang
yang terbaik dari kamu sekalian dalam
mempergauli keluargaku.” (Riwayat lbnu Asakir)
8. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda
bersabda yang bermaksud:
“Barang siapa yang sabar atas budi pekerti
isterinya yang buruk, maka Allah memberinya
pahala sama dengan pahala yang diberikan
kepada Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-
Nya.” ( Cobaan ke atas Nabi Ayub ada empat hal:
Habis harta bendanya., Meninggal dunia semua
anaknya., Hancur badannya., Dijauhi oleh
manusia kecuali isterinya benama Rahmah )
” Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti
suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah
pahala sama dengan pahala Asiah isteri Firaun”.
9. Al Habib Abdullah Al Haddad berkata:
“seorang laki-laki yang sempurna adalah dia yang
mempermudah dalam kewajiban-kewajiban
kepadanya dan tidak mempermudah dalam
kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Dan
seorang laki-laki yang kurang ialah dia yang
bersifat sebaliknya.”
Maksud dan penjelasan ini ialah seorang suami
yang bersikap sudi memaafkan jika isterinya tidak
menghias dirinya dan tidak melayaninya dengan
sempurna dan lain-lain tetapi ia bersikap tegas
jika isterinya tidak melakukan sholat atau puasa
dan lain-lain, itulah suami yang sempurna. Dan
seorang suami yang bersikap keras jika isterinya
tidak menghias dirinya atau tidak melayaninya
dengan sempurna dan lain-lain tetapi bersikap
acuh tak acuh (dingin) jika isteri meninggalkan
kewajiban-kewajiban kepada Allah seperti sholat,
puasa dan lain-lain, dia seorang suami yang
kurang.
10. Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan
isterinya (dan mengingatkannya dengan nada
yang lembut/halus) dan menafkahinya sesuai
kemampuannya dan berlaku tabah (jika disakiti
oleh isterinya) dan bersikap halus kepadanya dan
mengarahkannya ke jalan yang baik dan
mengajamya hukum-hukum agama yang perlu
diketahui olehnya seperti bersuci, haid dan
ibadah-ibadah yang wajib atau yang sunat.
11. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
‘Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu
dan ahli keluargamu dari api Neraka.” ( At
Tahrim : 6)
Ibnu Abbas berkata:
“Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan
berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada
mereka.”
Dan Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda
bersabda: ‘Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan
bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.
Seorang imam yang memimpin manusia adalah
pemimpin dan ia bertanggung jawab at,is
rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin
dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia
bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.
Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah
tangganya dan bertanggung jawab alas
keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin
dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung
jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu
adalah pemimpin dalam mengurusi harta
ayahnya, ia bertanggung jawab atas
peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah
pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung
jawab alas yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alai )
12. Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Takutlah
kepada Allah dalam memimpin isteri-istrimu ,
karena sesungguhnya mereka adalah amanah
yang berada disampingmu, barangsiapa tidak
memerintahkan sholat kepada isterinya dan tidak
mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah
berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.”
13. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
“Perintahkanlah keluargamu agar melakukan
sholat.” ( Thaha:132)
14. Diceritakan dan Nabi SAW bahwa baginda
bersabda yang bermaksud: “Tidak ada seseorang
yang menjumpai Allah swt dengan membawa
dosa yang lebih besar daripada seorang suami
yang tidak sanggup mendidik keluarganya.”
KESIMPULAN TANGGUNG JAWAB SUAMI
1. Menjadi pemimpin anak isteri di dalam rumah
tangga.
2. Mengajarkan ilmu fardhu ‘ain (wajib) kepada anak
isteri yaitu ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf.
Ilmu tauhiddiajarkan supaya aqidahnya sesuai
dengan aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah.
Ilmu fiqih diajarkan supaya segala ibadahnya
sesuai dengan kehendak agama.
Ilmu tasawuf diajarkan supaya mereka ikhlas
dalam beramal dan dapat menjaga segala
amalannya daripada dirusakkan oleh rasa
riya’ (pamer), bangga, menunjuk-nunjuk orang
lain dan lain-lain.
3. Memberi makan, minum, pakaian dan tempat
tinggal dari uang dan usaha yang halal.
Ada ulama berkata:
‘Sekali memberi pakaian anak isteri yang
menyukakan hati mereka dan halal maka suami
mendapat pahala selama 70 tahun.”
Tidak menzalimi anak isteri yaitu dengan:
1. Memberikan pendidikan agama yang sempurna.
2. Memberikan nafkah lahir dan batin secukupnya.
3. Memberi nasihat serta menegur dan memberi
panduan/ petunjuk jika melakukan maksiat atau
kesalahan.
4. Apabila memukul jangan sampai melukakan
(melampaui batas).
4. Memberi nasihat jika isteri gemar bergunjing/
bergosip, mengomel serta melakukan sesuatu
yang bertentangan dengan perintah agama.
5. Melayani isteri dengan sebaik-baik pergaulan.
6. Berbicara dengan isteri dengan lemah-lembut.
7. Memaafkan keterlanjurannya tetapi sangat
memperhatikan kesesuaian tingkah lakunya
dengan syariat.
8. Kurangkan perdebatan.
9. Memelihara harga diri / kehormatan mereka.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Kewajiban Suami Terhadap Istri

  1. Imamsyafiiahmad says:

    Semoga bermanfaat….
    Aaminnn

  2. Djalani Kusumah says:

    SubhanaALLOH………………

  3. nobi says:

    hatur nuhun mudah2an bisa menjadi acuan dalam berkeluarga

  4. miftah says:

    trma ksh smga ber manfaat &bisa menjalankannya

  5. SYAIDIN KH says:

    Thank’s very mach, apa yg sdh dtulis oleh penulis sdh sngt bermnfaat bg sy khususnya. hrapan sy dan mhn do’nya smg sy dan keluarga bs melaksanakan apa yang dsampaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s