Kesusahan Itu Keperluan

Membuat pengakuan menjadi Nabi itu susah, resikonya akan dinafikan dan diusir oleh kaumnya. Walaupun bergelar Al Amin, begitu mengaku Nabi langsung dijuluki si tukang dongeng, tukang sihir dan pendusta. 13 tahun era kesusahan seperti ini. Hanya dapat pengikut 70 orang saja yg bertahan di Mekah, yg ngak tahan mengungsi ke Habsyah.

Jadi Nabi itu susah, diboikot kaumnya sehingga hanya makan rumput kering selama 3 tahun. Pegang duit, tapi gak bisa dibelanjakan. Makan rumput kering itu susah. Tapi Tuhan berlakukan hal itu kepada kekasih Nya, utusan Nya. Artinya susah itu keperluan.

Hijrah ke Madinah, 400km pakai acara kucing2an. Itu susah. Kalau yg pernah jalan naik mobil dari mekah ke Madinah, tentu bisa bayangkan kesusahan itu. Tapi Tuhan jadikan juga.

Era Medinah, selama 11 tahun berlalu 74x perang. Baginda ikut dalam 27x. Coba hitung, 11th x12 bulan=132bulan. Dibagi 27, jadi rata2 hampir 5 bulan sekali keluar perang. Mobilisasi perang mungkin sekitar 1-3 bulan. Apa ngak susah seperti itu? Baru duduk di Medinah 2-3 bulan keluar lg perang. Malah pernah waktu perang khandak, baru balik sampe rumah datang malaikat Jibril yg bertanya kenapa sudah letak senjata dan baju perang sedangkan malaikat masih siap tempur. Keluar lagi perang menghukum Yahudi Bani Quraidzah yg berkhianat. Susah itu. Artinya susah itu satu keperluan.

Susah? Bersyukurlah,  artinya Allah mau kita mengadu padaNya

Bila datang bantuan Allah, maka kita akan tersungkur bersujud dan mengakui bahwa Allah-lah yang Maha Kuasa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s